Kasus Pembobolan Rekening Nasabah, Bank Riau Kepri Terapkan Sistem Sidik Jari
Direktur Utama PT Bank Riau Kepri, Andi Buchori, Rabu (31/3/2021).
Riaubisa.com, Pekanbaru - Bank Riau Kepri (BRK) bakal menerapkan sistem pengamanan dengan sidik jari untuk membuka akun dan penggunaan kata sandi terhadap sistem yang ada di dalam manajemennya.
"Kasus yang dilaporkan menjadi pembelajaran agar tidak terulang kembali. Agar tidak terjadi kasus serupa, kita mengganti sistem fingerprint (sidik jari,red) sehingga siapapun tak bisa lagi memiliki kata kunci yang dimiliki oleh atasannya," kata Direktur Utama PT Bank Riau Kepri, Andi Buchori, Rabu (31/3/2021).
Seperti diketahui, kasus pembobolan rekening nasabah Bank Riau Kepri Cabang Rokan Hulu senilai Rp 1,39 miliar menggegerkan warga Riau. Kasus ini diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimus) Polda Riau dengan tersangka NH (37) yang merupakan pegawai di BRK jabatan Teller dan AS (42) yang menjabat Head Teller.
Penerapan sistem sidik jari menurut Andi bakal efektif. Sebab, jika sistem tersebut disalahgunakan, maka atasan juga akan diseret dalam kasus tersebut karena penyalahgunaan wewenang.
"Kejadian itu mudah-mudahan tidak akan terjadi lagi, karena secara sistem kita tidak lagi menggunakan cara-cara manual dengan password, tapi dengan fingerprint, kecuali dia meminjamkan jarinya, dicopot dulu oleh si pelaku," jelas Andi.
Dia menyebut, kasus ini pihaknya yang melaporkan 2 mantan karyawan BRK Cabang Rohul yang membobol rekening nasabah pada tahun 2012 hingga 2016 tersebut. Upaya ini dia lakukan agar kedepan nasabah BRK semakin percaya dalam menyimpan uangnya di Bank BUMD Pemprov ini.
"Bagi kami yang terpenting menjaga kepercayaan nasabah. Jika terjadi kecurangan, kami tidak ragu-ragu memproses dengan tegas, siapapun yang melakukan kecurangan akan dipecat dan diproses secara hukum," tegasnya.






