Merawat Pantun Sebagai Warisan Dunia, Ini yang Dilakukan DKR dan Didukung Disbud

Ketua Umum Dewan Kesenian Riau (DKR) Taufik Hidayat

Riaubisa.com, Pekanbaru - Ketua Umum Dewan Kesenian Riau (DKR) Taufik Hidayat mengatakan, agar pantun yang sudah diakui Unesco sebagai warisan tak benda dunia tetap lestari maka setiap kegiatan seni budaya sebaiknya payung besarnya pantun. 

"Kami diingatkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, agar setiap kegiatan seni budaya di Riau payung besarnya pantun, dan ini adalah modal besar Riau yang merupakan salah satu provinsi pengusulkan hingga pantun diakui dunia. Artinya, pantun adalah milik dunia, dan bila dalam 10 tahun pantu tidak dirawat pengakuan ini bisa dicabut," kata Taufik Hidayat pada malam puncak rarak Cipta Musik Tahun 2022 di Laman Cik Leman, Komplek Bandar Serai, Purna MTQ, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Sabtu malam (11/06/2022).

Merespon pantun sebagai warisan dunia, kata lelaki yang biasa disapa Atan Lasak itu, helat Rarak Cipta Musik DKR 2022 ini memberi kebebasan kepada seniman  mengeksplorasinya dalam bentuk media lain. 

"Nandung yang menjadi tema Rarak Cipta Musik DKR 2022, adalah tradisi lisan. Di dalam nandung ada doa kepada anak yang dikemas dalam bentuk pantun. Alhamdulillah, seniman dari kabupaten/kota yang ada di Riau bisa menterjemahkan dalam bentuk komposisi musik yang Insya Allah ini lebih mudah dicerna oleh anak-anak milenial," sebut Taufik Hidayat.

Setelah kegiatan Rarak Cipta Musik DKR 2022 ini, kata Taufik, DKR  akan menggelar lomba film pendek yang payung besarnya tetap pantun.

Terkait kegiatan seni budaya, kata Kepala Dinas Kebudayaan Riau (Kadisbud) Raja Yoserizal Zein, Pemerintah Provinsi Riau sangatlah tekun dalam melakukan pembinaan terhadap kemajuan ekosistem kebudayaan yang ada di Provinsi Riau. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Bagian dari UU itu ada namanya pembinaan ekosistemnya, pembinaan itu terjadi pada pemanfaatan, perlindungan dan pelestarian kebudayaan.

Rarak Cipta Musik DKR Tahun 2022 ini dilakukan sebagai pemanfaatan pengembangan dari sepuluh objek kemajuan kebudayaan sendiri.

"Sepuluh objek itu diantaranya adalah bahasa, kesenian, olahraga tradisional dan apa yang dilakukan DKR Riau tentulah tak lepas dari peran pemerintah daerah dan pak Gubernur yang begitu peduli terhadap kebudayaan," kata Yoserizal.

Yoserizal membeberkan,  banyak kegiatan kebudayaan yang sifatnya pembinaan yang direkomendasi Gubernur Riau Syamsuar. Sebelum ini ada kegiatan di Dinas Kebudayaan berupa seni musik, seni teater, dan tari.

"Nah ketiga seni pembinaan itu di lakukan setiap tahunnya, semasa Pak Syamsuar ini melibatkan 300 seniman. 300 seniman itu yang nantinya akan menyebarkan potensi keseniannya di Provinsi Riau," ungkap Yoserizal. (*)