Kasus Mangkrak, GMKI Desak Kejagung RI Ambil Alih Kasus Dugaan Kasus Korupsi Bansos Siak

Kordinator Wilayah XIII PP GMKI, Hermanto Romora S/ Foto: Dok. GMKI

Riaubisa.com, Pekanbaru - Dinilai mangkrak, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) melalui Kordinator Wilayah XIII PP GMKI, Hermanto Romora S, mendesak Kejagung RI mengambil segera mengambil alih kasus dugaan korupsi dana hibah dan Bansos Kabupaten Siak, Tahun anggaran 2014-2019.

Menurutnya, kasus kerugian negara yang diperkiraan mencapai nilai puluhan miliar, itu, hingga saat ini belum mendapat kejelasan hukum, mengenai siapa aktor di belakang kasus dugaan korupsi tersebut

"GMKI melihat penanganan kasus ini terlalu banyak dramanya," kata Hermanto, dalam keterangan resmi yang diterima riaubisa.com, Sabtu (14/5/2022) pagi.

Menurut dia, kasus dugaan korupsi Bansos Kabupaten Siak 2014-2019 di era kepemimpinan Bupati Syamsuar, perlu mendapatkan perhatian khusus.

Apalagi, penyidik dari Kejati Riau berkomentar di beberapa media online bahwa penanganan kasus tersrbut sangat rumit untuk ditindaklanjuti.

"Ini yang membuat kekecewaan masyarakat kepada aparat penegak hukum. Sudahlah, serahkan saja kasus ini di Kejagung kalau Kejati Riau tak bisa membekuk aktor kunci dibalik kasus dugaan Korupsi Bansos Kabupaten Siak ini," ujarnya.

Lambannya penanganan kasus ini, membuat GMKI cukup gerah dan muak, karena banyaknya drama untuk mengusut kasus dugaan korupsi bansos kabupaten Siak tersebut.

"Kejati Riau tidak berani memeriksa Mantan Bupati Siak, Bapak Syamsuar. Kenapa sudah sampai bertahun begini tidak ada kejelasan siapa aktor tersangka di kasus ini," ungkapnya.

 

Dia menduga, belum diperiksanya mantan Bupati Siak menjadi saksi kunci guna menaikkan status, kemungkinan besar sudah mengetahui siapa dibalik permainan kotor yang merugikan uang negara ini.

"Ini memperlihatkan Kejati Riau memang tidak bisa berbuat banyak dalam ketegasan menyikapi kasus besar ini. Padahal sebelumnya, keberanian intitusi Kejaksaan sempat mendapat kepercayaan publik karena sukses menangkap aktor mafia minyak goreng," ulasnya. (*)