Nyaris Baku Hantam, Buruh FSPI Ribut di Pergudangan J&T Pekanbaru
Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI) mendatangi pergudangan J&T di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Kamis (31/3/2022) petang | Foto : Jakop/Riaubisa
Riaubisa.com, Pekanbaru - Merasa hak dikebiri dan tidak dianggap, buruh dibawah organisasi Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI) memburu pergudangan J&T di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Kamis (31/3/2022) petang.
Aksi keributan nyaris terjadi baku hantam. Beruntung aksi tersebut tidak berlangsung dengan anarkis. Sejumlah aparat kepolisian dari Polresta Pekanbaru, turun mengamankan dan menjaga lokasi.
Ketua DPC FSPI Kota Pekanbaru, Rizal, kepada riaubisa.com mengatakan, awal pemicu keributan ini berawal dari pihak gudang kargo J&T menolak melakukan bongkar muat.
Awalnya, mereka melakukan negoisasi untuk mendapat hak sebagai buruh untuk melakukan bongkar muat sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru nomor 42 Tahun 2018.
Dari hasil negoisasi, tidak menemukan titik terang. Pihak J&T kargo menganggap tidak ada keharusan dalam hal itu (bongkar muat,red) dan berhak menggunakan jasa bongkar alternatif yang lain. Aksi itu memantik emosi dari para buruh dan nyaris berujung pada perkelahian.
"Tolong kami jangan diadu domba, hak kami jangan sampai dihilangkan, kami kesini menuntut hak pekerja," kata Rizal.
Ketua DPC KSPSI Pekanbaru, Imelda Samsi, menyayangkan sikap yang dilakukan oleh pihak J&T dan melecehkan pekerjaan para buruh. Padahal, mereka bekerja telah sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah.
"Kehadiran kami disini tidak di manusiawi kan. Pihak J&T mengaku di back up oleh sejumlah oknum aparat demi berjalannya kelancaran bongkar muat dan menggunakan tenaga lain untuk bongkar muat," jelasnya. (*)






