Peringati Sempena Dua Dekade
Menteri KLHK Apresiasi Jikalahari atas Peluncuran 6 Tokoh Adat Riau
Menteri LHK memberikan penghargaan kepada 6 tokoh masyarakat adat di Riau mewakili ahli waris dan tokoh yang masih hidup, dalam eksistensi melestarikan hutan adat. Pengharaan diberikan di gedung Anjungan Idrus Tintin, Sabtu (26/3/2022) malam | Foto : Tika/Riaubisa
Riaubisa.com, Pekanbaru - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar menyampaikan rasa bangganya terhadap Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) atas upaya mengeksistensikan tokoh-tokoh adat di Riau yang disimpulkan dalam sebuah obituari.
"Sungguh membanggakan Jikalahari, saya menyampaikan penghargaan yang tinggi dari catatan-catatan tersebut sebagaimana yang ditulis dalam 6 kisah obituari tokoh masyarakat adat," ungkap MenLHK dalam sebuah video yang diputar di gedung Anjungan Idrus Tintin, Sabtu (26/3/2022) malam.
Diketahui dalam kesimpulan obisituari tersebut, 6 tokoh masyarakat adat yang disebutkan di antaranya yakni, Almarhum Datuk Al-azhar tokoh adat Riau, Almarhum Datuk Tennas Effendi, tokoh adat Petalangan Bengkalis, M. Yatim
Selanjutnya, tokoh adat Sakai Bengkalis Almmarhum Bustamir tokoh adat Koto Kampar Almarhum Datok Majopati Syamsibar, tokoh adat Bonai Rokan Hulu serta Almarhum Patih laman tokoh adat Talang Mamak dari Indragiri Hulu.
Atas upaya Jikalahari dalam merawat dan mengingat kelestarian hutan dan lingkungan melalui tokoh-tokoh masyarakat adat, Siti menyampaikan bahwa hal ini merupakan aksi yang menginspirasi banyak orang.
"Terima kasih Jikalahari telah mengorek dan kumpulkan informasi tersebut. Mereka-mereka adalah tokoh-tokoh pahlawan dan pejuang masyarakat untuk hutan adat dan riwayat adat. Dan tentu saja konteks idealisasi tersebut berarti juga melestarikan hutan dan lingkungan," jelasnya.
Pada sisi lain dari keberadaan tokoh-tokoh adat, diungkapkan Siti, mereka adalah orang-orang yang penuh dedikasi dan perjuangan akan hal-hal baik menyoal lingkungan hidup.
"Tanpa kenal lelah mereka mendedikasikan hidup dan komitmennya untuk perjuangkan lingkungan hidup hutan lestari, kemajuan pembangunan lingkungan hidup di Indonesia," tutur Siti.
Terakhir menjelang kata sambutannya untuk Jikalahari, Siti menyampaikan harapannya terhadap lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang gencar dan konsen di isu lingkungan yang ada di Riau, untuk terus bergerak dalam kepentingan lingkungan hidup yang lebih baik.
"Terima kasih dan terus berjuang untuk marwah lingkungan dan hutan Riau. Dan untuk Indonesia yang lebih baik lagi," urainya. (Tik)






