Gubri Dampingi Mendikbudristek RI Terima Sertifikat Pantun dari UNESCO
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen. (Foto: Humas Pemprov Riau/Riaubisa)
RiauBISA.com, Pekanbaru - Rapat persiapan acara penyerahan sertifikat pantun sebagai warisan budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO digelar Rabu (23/3/2022) malam.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen, mewakili Pemerintah Provinsi turut hadir dalam rapat yang dilaksanakan melalui zoom meeting.
Agenda pertemuan membahas rancangan kegiatan yang telah diprogramkan oleh pemerintah pusat.
"Kami mendapat undangan rapat ini beberapa waktu yang lalu. Pemerintah pusat melalui Kementerian terkait menginginkan adanya sinergitas antar pihak dalam menyambut penyerahan sertifikat pantun oleh UNESCO," kata Raja Yose usai mengikuti rapat singkat malam ini dari Pekanbaru.
Dia mengatakan, Gubernur Riau Syamsuar menyambut baik keterlibatan Provinsi Riau dalam proses persiapan acara penerimaan sertifikat pantun ini.
Bahkan pihak Provinsi Riau diminta untuk menampilkan pertunjukan di hari tersebut. Gubernur berharap semakin banyak WBTb Riau bersama WBTb daerah lainnya diusung ke UNESCO.
‘’Pihak Kemendikbudristek telah memasukkan Randai Kuantan sebagai salah satu pengisi acara. Selain sudah WBTb nasional, karya budaya ini dinilai cukup menarik untuk merangkul dan menyemarakkan acara bersama UNESCO nantinya," ucapnya.
Selain Provinsi Riau yang diwakili oleh Kadisbud, hadir pula Kadisbud Kepri dan Ketua Umum Asosiasi Tradisi Lisan serta pemangku kebijakan terkait.
Dari pertemuan malam ini diharapkan persiapan yang optimal. Sehingga momentum penyerahan sertifikat pantun semakin memperkuat usulan hari pantun nasional bahkan dunia.
‘’Kita bersyukur bahwa Provinsi Riau bersama ATL sukses mengusung pantun ke UNESCO dengan dukungan pemerintah pusat dan berbagai pihak. Untuk itu mari kita lestarikan pantun sebagai budaya dunia," ulasnya.
Informasi yang disampaikan Kemendikbudristek RI melalui Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Dr Restu Gunawan, sertifikat pantun akan diserahkan UNESCO ke Pemerintah Indonesia pada tanggal 24 Mei 2022 mendatang. (*)






