Antisipasi Penyebaran Virus LSD pada Sapi, Dinas PKH Riau Lakukan Penyekatan Lokasi

Gubernur Riau Syamsuar saat melakukan pertemuan bersama Kepala Balai Besar Pelatihan dan Karantina Hewan (BBPKH) Cinagara Wisnu Wasesa Putra, di Kediaman Gubri, Jumat (11/3/2022). (Foto: Humas Pemprov Riai)

Riaubisa.com, Pekanbaru - 242 ekor sapi di Riau terpapar virus Lumpy Skin Disease (LSD). Untuk menindaklanjuti penyebaran virus tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, bergerak cepat melakukan penyekatan dan pengawasan di lokasi terdampak. 

"Langkah-langkah pertama yang akan dilakukan nantinya adalah masalah penyekatan lokasi yang terdampak LSD ini. Sapi yang ada di lokasi itu akan dilakukan pengawasan secara ketat. Jangan sampai sapinya keluar dari lokasi tersebut," kata Kepala Dinas PKH Riau, Herman, usai pertemuan bersama Kepala Balai Besar Pelatihan dan Karantina Hewan (BBPKH) Cinagara Wisnu Wasesa Putra, di Kediaman Gubri, Jumat (11/3/2022).

Ia menerangkan, sapi yang terdampak LSD ini akan diobati. Namun terangnya, saat ini ada beberapa indikasi sudah ada pemulihan dari para sapi tersebut meskipun vaksinnya belum datang.

"Nah sapi yang terdampak ini akan kita obati, ada beberapa indikasi sudah ada pemulihan meskipun vaksin nya belum datang. InsyaAllah nanti kalau vaksin nya sudah datang langsung kita laksanakan vaksinasi," ucapnya. 

Herman mengaku, untuk mempersiapkan vaksinasi ini, sudah disiapkan tenaga vaksinator yang sudah dibuatkan SK nya sebanyak 180 orang yang terdiri dari 12 kabupaten/kota di Riau.

"InsyaAllah secepatnya datang langsung kita vaksin," sebutnya.

Ia menambahkan, walaupun vaksinnya belum datang, tapi obat-obatan seperti vitamin, antibiotik dan lainnya sudah diberikan kepada sapi yang terkena LSD.

"Kalau kemarin rata-rata sapinya tidak mau makan karena LSD itu, dan Alhamdulillah hari ini sudah mau makan, benjolan nya pun mengecil. InsyaAllah dalam waktu tidak begitu lama bisa selesailah," ucapnya.

Kadis PKH mengungkapkan, rencana vaksinasi ini akan dilakukan di daerah terdampak LSD dan beberapa daerah lainnya yang tenaga vaksinator nya sudah standby.

"Vaksin nya belum datang, vaksinnya akan kita lakukan di daerah terdampak dan beberapa desa langsung kita vaksin di sana.

Dan tenaga vaksin nya sudah standby, Alhamdulillah vitamin, antibiotik sudah kita lakukan," tuturnya.

Untuk diketahui, sebelumnya dijelaskan Herman, ada 7 daerah yang ditemukan LSD ini. Di antaranya Indragiri Hulu (Inhu) sebanyak 114 ekor sapi, Pelalawan 25 ekor, Kampar 8 ekor, Dumai 20 ekor, Bengkalis 12 ekor, Indragiri Hilir (Inhil) 13 ekor, dan Siak 50 ekor. 

Dari 242 ekor sapi yang terkena penyakit itu, 3 ekor diantaranya mati. Namun, tingkat kematian penyakit sangat kecil maksimal 5 persen. Selain mati, terdapat 13 ekor sapi dipotong paksa oleh peternak, lantaran masyarakat takut sapinya mati. Meski dipotong paksa, daging sapi tetap bisa dikonsumsi. Hal itu karena yang kena penyakit hanya bagian kulit sapi. (*)