Kapolres Kampar Bantah Anggotanya Pukul Penyandang Tunanetra
Penyandang Tunanetra bernama Candra (19) warga Salo, Kampar, diduga dipukul Oknum Tim Tembak, Polres Kampar, Sabtu (26/2/2022) | Foto : Fzn/Riaubisa
Riaubisa.com, Kampar - Kapolres AKBP Rido Purba, angkat bicara isu pemukulan yang dilakukan anggotanya, menyasar penyandang tunanetra, pada Sabtu (26/2/2022) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Rido menceritakan, kronologi yang sebenarnya terjadi malam itu Tim Tembak Polres Kampar sedang melakukan patroli Harkamtibmas diseputaran Kota Bangkinang.
Malam itu, kata Rido, tim Tembak berpatroli untuk pencegahan tindak kejahatan dan mengantisipasi kegiatan balap liar yang kerap dilakukan para remaja pada malam minggu.
Kemudian, lanjut Rido, tim Patroli yang melintas di Jalan Ahmad Yani Kota Bangkinang, melihat beberapa remaja mencurigakan mengendarai motor Yamaha Mio GT tanpa Plat Nomor dan berbonceng tiga serta tidak memakai helm.
Selanjutnya, salah satu Tim patroli Tembak coba mengejar untuk menghentikan laju motor yang berusaha melarikan diri dengan kecepatan tinggi.
Kemudian motor tersebut dipepet, namun tetap tidak mau berhenti. Sehingga menabrak bagian belakang motor patroli, yang mengakibatkan lampu seinnya pecah.
“Sebelum akhirnya berhenti, anggota patroli ini hampir terjatuh, namun akhirnya mereka berhasil diamankan,” terang Rido.
Lalu, lanjut Rido, saat ditanyakan surat-surat kendaraannya, mereka tidak dapat menunjukkan. Kemudian petugas meminta mereka beserta motor yang dikendarainya ke Polres Kampar untuk dilakukan penilangan.
“Anggota saya mengetahui Candra memiliki masalah dalam penglihatannya, karena terlihat bingung saat menaiki sepeda motor,” ungkap Rido.
Terkait diisukan melakukan pemukulan, Rido membantah karena saat itu, kedua remaja tersebut hanya diberikan arahan untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan maupun tindak kejahatan.
“Tidak ada pemukulan, anggota kemarin hanya memberikan himbauan dan sangsi tilang,” ujar Rido.
Paska ditilang, kata Rido, sampai saat ini dari pihak remaja belum datang ke Polres Kampar mengurus kendaraannya dengan membawa surat-surat kendaraan yang telah ditilang petugas itu.
Rido juha mempersilahkan para korban, jika ada yang merasa dipukul anggotanya, agar datang melapor ke Polres Kampar.
“Nanti akan kita visum untuk memastikan kebenarannya,” saran Kapolres.
Terkait isu itu sendiri, Rido menegaskan telah memerintahkan Propam Polres untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi untuk mengusut informasi pemukulan tersebut.
“Saya sudah perintahkan Propam Polres lakukan pemeriksaan serta investigasi untuk mendapatkan keterangan dan penjelasan, terkait isu pemukulan oleh anggota Polres Kampar guna mendapatkan informasi kejadian yang sebenarnya,” aku Rido.
Rido mengakhiri, selalu berupaya untuk menghadirkan anggota Polri selama 24 jam ditengah masyarakat, hal ini untuk mencegah dan mengantisipasi tindak kejahatan serta mewujudkan rasa aman bagi masyarakat. (*)






