Dosen Unilak Sisihkan Gaji Bantu Mahasiswa Raih Sarjana

Penyerahan beasiswa Gedung Rektorat Unilak Pekanbaru. (Foto: Unilak)

Riaubisa.com, Pekanbaru - Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru kembali menyalurkan beasiswa Cendekia kepada mahasiswa yang kurang mampu. Mahasiswa penerima beasiswa juga memiliki nilai dan prestasi akademik yang baik. 

Beasiswa Cendekia merupakan beasiswa yang bersumber dari gaji para dosen Unilak yang disisihkan setiap bulan. Kemudian, uang tersebut, dikumpulkan dan disalurkan kepada mahasiswa. 

Beasiswa ini telah berlangsung sejak 7 tahun lalu. Meski saat ini masa pandemi COVID-19, beasiswa itu berturut-turut tetap disalurkan di tahun 2020-2022. Ini diharapkan agar mahasiswa di Unilak bisa kuliah hingga sarjana. 

Penerima beasiswa Cendikia tahun 2022 diberikan kepada 35 mahasiswa yang berasal dari 9 fakultas di Unilak. Setiap mahasiswa mendapatkan dua juta rupiah.

Penyerahan beasiswa dilakukan di Gedung Rektorat, diberikan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa, pada Jumat (25/2). Acara ini dihadiri Wakil Rektor II, Hardi SE, MM, Wakil Ketua Beasiswa Cendekia, Riki Saputra, M. Pd, serta tamu undangan lainnya. 

"Dana beasiswa Cendikia bersumber dari dana sertifikasi lebih dari 90 dosen Unilak yang tiap bulan di sisihkan. Lalu, kemudian secara sukarela dan iklas disumbangkan kepada mahasiswa. Penyerahan beasiswa Cendekia telah berlangsung lebih 7 kali, sejak tahun perdana penyerahan, total penerima lebih dari 200 mahasiswa," ujar Wakil Rektor II Unilak. 

Ia berharap kepada mahasiswa penerima beasiswa untuk dapat meningkatkan prestasi, dan patut bersyukur. "Prestasi harus ditingkatkan, ingat orang tua susah cari uang, dan ini ada dosen Unilak yang menyisihkan gaji maka patut bersyukur. Giat belajar raih prestasi baik, kalau bisa empat tahun itu sudah sarjana," ucapnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Beasiswa Cendekia Riki Saputra mengatakan, bahwa setiap fakultas ada 4 mahasiswa yang menerima beasiswa, telah diseleksi sesuai persyaratan beasiswa Cendekia. 

"Semoga ini dapat digunakan sebaik mungkin dan tepat sasaran. Jika belum bayar SPP maka bisa dibayarkan. Jadi ini benar benar untuk membantu mahasiswa, jadi tidak ada alasan untuk tertunda kuliah," tukasnya. 

"Ada 99 dosen Unilak yang menyisihkan gajinya demi membantu mahasiswa dan inisiator salah satunya dosen Unilak yang sudah almarhum yaitu Bu Surtinah, maka mari kita do'akan beliau," tandasnya. (Des)