Soal Vaksin Anak, Dewan Minta Disdik Pekanbaru Lebih Persuasif
Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, H Ervan | Foto : Bambang/Riaubisa
Riaubisa.com, Pekanbaru - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, diminta lebih persuasif dalam menyikapi proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi peserta didik.
Cara ini diminta oleh kalangan legislatif agar persoalan surat edaran terkait PTM tidak menimbulkan keresahan di mata para orang tua/wali murid.
"Dalam mengeluarkan surat edaran, harus nya Disdik Pekanbaru mengacu kepada aturan yang lebih tinggi yakni surat dari Kemendikbud," ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, H Ervan, kepada riaubisa.com, Rabu (23/2/2022)
Dia menyebutkan, dari aturan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud terkait PTM sangat jelas, dimana, vaksinasi anak bukanlah sebuah kriteria khusus untuk bisa PTM, baik level 1,2 ataupun 3. Kecuali daerah tersebut zona merah.
"Ini (aturan Kemendikbud,red) harusnya menjadi acuan Disdik Pekanbaru, Menteri sudah tegas," ujar nya.
Harusnya, saat ini prioritas utama pemerintah adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, dan pendidik, serta tenaga kependidikan. Termasuk juga ditegaskan Ervan, yaitu keluarga, dan masyarakat secara umum.
"Menteri sudah jelas menerapkan aturan itu. Harus nya Disdik mempertimbangkan tumbuh kembang anak didik, dan psikologi nya," jelas nya.
Disdik juga harus melihat pengalaman dalam beberapa tahun terakhir, saat pandemi menghancurkan seluruh sendi kehidupan, bahkan dampaknya juga ke dunia pendidikan, hingga semua sekolah ditutup dan terpaksa belajar via online.
"Lihat bagaimana hasil sekolah sistem online tidak maksimal kan? Makanya, aturan pusat ini yang harus diikuti, jangan kaku," bebernya.
Hal yang utama dalam PTM ini ialah, pengetatan penerapan prokes di sekolah, dan tenaga pengajar yang wajib vaksin. Orang tua juga harus diajak berkomunikasi secara berkelanjutan.
"Supaya bisa sekolah PTM, rangkul orangtua nya untuk memastikan kondisi anaknya, jika kurang sehat jangan dipaksa untuk PTM. Jangan lemahkan semangat anak-anak untuk belajar PTM dengan dikerdilkan secara online," sarannya. (*)






