Kasihan, Bayi Perempuan di Riau Lahir Tanpa Batok Kepala
Babinsa Koramil 13 Rokan IV Koto Kodim 0313/KPR, Serka Arnizam (kiri) mengunjungi dan memberikan bantuan secara langsung kepada orang tua bayi, Rabu (16/2/2022) | Foto : Darmansyah/Riaubisa
Riaubisa.com, Rokan Hulu - Seorang bayi perempuan asal Desa Bencah Kesuma, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, lahir dalam kondisi tanpa batok kepala.
Bayi malang yang belum diberi nama itu merupakan anak pertama pasangan muda, Dwi Arisusanto (22) dan Rosi Lestari (23).
Saat ini, kondisi bayi tersebut sangat menyedihkan. Struktur bagian atas kepala nya terbuka tanpa tulang tempurung dan membuat bagian jaringan wajahnya ikut rusak.
Saat ini, bayi perempuan tersebut berada di rumah saudara orang tua, Rosi Lestari, yang berada di Desa Lubuk Bendahara, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu.
Kabar bayi malang ini dengan cepat beredar. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 13 Rokan IV Koto Kodim 0313/KPR, Serka Arnizam, langsung merespon kabar tersebut.
Arnizam, langsung terjun ke lapangan menggunakan sepeda motor roda dua, mengunjungi dan memberikan bantuan secara langsung kepada orang tua bayi, Rabu (16/2/2022).
“Baru saja saya menjenguk dan memberikan bantuan kepada orang tua bayi yang lahir tanpa tempurung kepala didampingi pak kepala dusun," ujar Arnizam, di konfirmasi riaubisa.com
Terhadap kondisi ini, dia berharap, kepada seluruh relawan dan orang baik yang ada di Provinsi Riau, dapat membantu meringankan beban biaya guna merawat dan mengobati bayi malang itu.
"Mudah-mudahkan ada orang terketuk pintu hati nya membantu biaya pengobatan untuk bayi malang ini," pinta nya.
Bagi donatur yang ingin berdonasi, bisa melakukan transfer ke rekening orangtua bayi, di rekening Bank BNI nomor rekening 1185481831 atas nama Dwi Arisusanto, dengan nomor handphone 085213025052
“Saya juga berharap, ada pihak-pihak terkait yang terketuk hatinya untuk membantu warga kami,” harap nya.
Sementara itu orangtua bayi, Rosi Lestari, mengatakan, dia melahirkan Selasa (8/2/2022) lalu. Waktu awal kehamilan, semuanya tidak ada tanda-tanda kelainan. Dia juga berharap anak pertamanya bisa hidup seperti anak normal biasanya.
"Bagaimana pun keadaan anak saya, rasa sayang saya tidak hilang. Kami berharap anak saya bisa sembuh agar bisa normal seperti anak yang lain," harap Rosi.
Dia juga menjelaskan kondisi saat ini, saat minum susu, sang anak harus dibantu dengan alat berupa selang yang dimasukkan ke dalam alat hingga asupan susu bayi masuk ke tubuh.
“Ya beginilah pak, hingga sampai saat ini, kami juga masih melakukan kontrol kesehatan anak kami. Suami saya bekerja kuli di salah satu bengkel milik orang lain,” ucap Rosi. (Man)






