Kuansing Masuk 3 Besar Nominasi Penilaian Pembangunan Daerah

Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuantan Singingi, saat melakukan presentasi di Hotel Premier Pekanbaru, Senin (14/2/2022) kemarin | Foto : Roder/Riaubisa

Riaubisa.com, Kuantan Singingi - Kabupaten Kuantan Singingi, masuk dalam tiga besar Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2022 dalam penilaian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Provinsi Riau.

"Dari 3 Kabupaten di Riau, Kuansing menjadi salah satu nominasi untuk mewakili Riau di tingkat nasional. Selain itu ada Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Rokan Hulu," kata Kepala Bappedalitbang Kuansing, Maisir, kepada riaubisa.com, Selasa (15/02/2022).

Ada 4 aspek dalam penilaian ini. Pertama, aspek penilaian verifikasi dan wawancara, kedua, aspek pencapaian pembangunan, ketiga, aspek kualitas dokumen RKPD dan terakhir aspek proses penyusunan dokumen RKPD dan inovasi.

"Untuk aspek inovasi, Kabupaten Kuansing mengajukan pengembangan batik sebagai salah satu inovasi yang sedang di kembangkan di Kuansing," jelas nya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuantan Singingi, Azhar, menyebutkan, nominasi 3 besar ini di dapatkan setelah pihak nya melakukan serangkaian seleksi yang dilakukan oleh tim penilai independen di Hotel Premier Pekanbaru, Senin (14/2/2022) kemarin.

    Dalam seleksi itu, pihak nya meyakinkan tim penilai bahwa Kabupaten Kuansing dengan inovasi batik nya mampu dan layak menjadi yang terbaik pada penilaian penghargaan pembangunan daerah di Provinsi Riau Tahun 2022.

    "Ada beberapa alasan kenapa inovasi batik Kuansing ditampilkan pada PPD," ucap Azhar.

       

      Pertama kata dia, di Kuansing usaha Batik ini pada awalnya belum ada sama sekali, namun semenjak tahun 2016 Kelompok Usaha Batik (KUB) mulai tumbuh dengan jumlah sebanyak 3 kelompok dengan tenaga pembatik sebanyak 6 orang.

      Kedua, dalam dua tahun terakhir kelompok batik di Kuansing tumbuh dan berkembang dengan pesat sehingga pada Desember 2021, KUB batik berjumlah sebanyak 22 Kelompok dengan 214 tenaga pembatik.

        "Target pemerintah dalam tiga tahun ke depan jumlah tenaga pembatik diharapkan bertambah menjadi 1000 tenaga pembatik," ucap dia.

        Ketiga, usaha batik kuansing mampu menambah inkam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena tenaga pembatik saat ini mampu menambah pendapatannya rata rata Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan.

        "Batik di Kuansing bisa tumbuh dan berkembang pesat karena memiliki banyak budaya yang sangat kuat yang bisa dituangkan menjadi motif batik," jelas dia.

          Selain itu, masyarakat Kuansing memiliki kebanggaan yang sangat besar terhadap budaya yang dimiliki. Ditambah, Pemerintah Kuansing mendukung penuh usaha perkembangan batik dengan mengeluarkan kebijakan dan aturan dalam bentuk Perbup dan Surat Edaran yang menghimbau ASN untuk memakai Batik Kuansing.

          "Kami sangat yakin Batik Kuansing mampu bersaing dengan Batik lain dari daerah lainnya termasuk batik dari daerah Jawa," ungkap nya.

          Ketua Asosiasi Batik Kuansing, Surmayanti menyebutkan kepada tim penilai bahwa permintaan pemasaran batik Kuansing tidak hanya di Provinsi Riau saja, akan tetapi sudah merambah ke Provinsi lainnya seperti Provinsi Kepulauan Riau dan Kalimantan.

            "Saat ini permintaan batik di KUB Batik Nagori sudah inden sebanyak 4000 lembar," ujar Surmayanti. (Rdr)