Viral! Spanduk Muhammadiyah Minta Kapolres Kampar Dicopot Dari Jabatan
Beredar foto spanduk yang berisi ketidakpercayaan terhadap Kapolres Kampar AKBP Rido Rolly Maruli Parsaoran Purba. Dalam spanduk yang membawa-bawa nama Muhammadiyah itu, AKBP Rido disebut berkata kasar dan arogan | Foto : Istimewa/Riaubisa
Riaubisa.com, Kampar - Beredar foto spanduk yang berisi ketidakpercayaan terhadap Kapolres Kampar AKBP Rido Rolly Maruli Parsaoran Purba. Dalam spanduk yang membawa-bawa nama Muhammadiyah itu, AKBP Rido disebut berkata kasar dan arogan.
Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal langsung memerintahkan Propam untuk mendalami memeriksa Kapolres Kampar, AKBP Rido, yang diduga bersikap kasar sehingga menimbulkan kemarahan masyarakat Kampar.
"Terkait beredarnya spanduk, Kapolda Riau sudah memberikan perintah dan atensi kepada Kabid Propam untuk mendalami permasalahan ini," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, kepada wartawan, Selasa (15/2/2022).
Saat ditanya kapan Kapolres Kampar akan diperiksa, Sunarto mengatakan kewenangan sepenuhnya diserahkan kepada Propam Polda Riau. Apalagi AKBP Rido sudah beberapa kali viral dengan sikapnya kepada masyarakat.
"Ya bagaimana prosesnya kita serahkan sepenuhnya kepada Propam Polda Riau," ucap perwira menengah jebolan Akpol 1992.
Untuk diketahui, beredar foto spanduk warga Muhammadiyah di Kabupaten Kampar, meminta Kapolres Kampar AKBP Rido Rolly Maruli Parsaoran Purba, dicopot karena bersikap arogan terpasang di beberapa titik wilayah Kampar.
Spanduk itu bertuliskan, “Kami warga Muhammadyah, kader, simpatisan Muhammadyah Kabupaten Kampar. Menolak sikap kasar dan arogan Kapolres Kampar, AKBP Rido Purba, terhadap Kepala Sekolah, Guru, Pengawas, dan Kepala Desa di Kampar. Mendesak agar Kapolres Kampar itu dicopot dari jabatannya.
Spanduk itu terpasang di beberapa tempat yang ada di wilayah Kampar, pada Selasa (15/2/2022). Salah satunya terbentang di luar pagar Mesjid Raya Muhammadiyah Bangkinang Kota. Ada dua spanduk yang terbentang.
Satu spanduk juga terpasang menghadap jalan raya Sudirman lintas Bangkinang - Pekanbaru. Sedangkan spanduk yang satunya lagi terbentang menghadap jalan Datuk Tabano Bangkinang Kota.
Ketua Pemuda Muhammdyah Kampar, Almi Zarlis, membenarkan terkait pemasangan spanduk tersebut.
Pihaknya memang sengaja membentang spanduk itu, sebagai bentuk penolakan terhadap sikap Kapolres Kampar yang arogan dengan masyarakat di Kampar.
"Iya itu Kronologinya panjang. Itu terkait status facebook salah satu guru kemarin. Kalimat kasar itu disampaikan saat pertemuan di Kampar," kata Almi.
Almi sangat menyayangkan ucapan kasar yang dilontarkan kapolres. Terutama dalam berbagai pertemuan di Kampar.
"Kita sangat menyayangkan sikap arogan dia. Iya (minta dicopot). Karena ini juga bukan kejadian pertama, sama wartawan juga itu ada. Ini tidak sesuai adat istiadat kita, kan harusnya menerima tamu baik-baik," pungkasnya. (*)






