BBM Jenis Pertalite Naik, DPRD Pekanbaru: Ini Tak Benar Lagi!
Anggota DPRD Kota Pekanbaru Fraksi PDIP, Ruslan Tarigan | Foto : Bambang/Riaubisa
Riaubisa.com, Pekanbaru - Anggota DPRD Pekanbaru Fraksi PDIP, Ruslan Tarigan, menyayangkan harga BBM jenis pertalite saat ini telah resmi diumumkan naik.
Menurut dia, kebijakan ini hanya akal-akalan dari perusahaan BUMN Pertamina kepada rakyat soal kerugian perusahaan pelat merah ini.
"Saya yakin ini tak sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi. Kita minta Kementerian evaluasi manajemen PT Pertamina, karena ini sudah tak benar lagi," kata Ruslan, dikonfirmasi riaubisa.com, Minggu (13/2/2022).
Menurut dia, Kebijakan macam PT Pertamina menaikkan harga BBM disebut tidak tepat. Sebab, saat ini Indonesia tengah dilanda krisis pandemi dan ekonomi juga belum stabil.
"Rakyat susah, sementara Pertamina menari-menari dengan kebijakan menyengsarakan masyarakat nya," cetus politisi PDIP ini.
Belajar dari sejarah menghilangnya premium di pasaran secara tiba-tiba, dia mewanti-wanti kejadian serupa tidak terulang. Sebab, ada segelintir oknum mafia di tubuh PT Pertamina dan perusahaan yang saat ini tengah bermain.
"Kemana dilarikan BBM itu, dijual atau diselundupkan?Modus dan permainan buruk di Pertamina, tidak menjadi rahasia umum lagi di masyarakat," cetus nya.
Untuk diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM umum atau non subsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan harga tersebut berlaku di seluruh Indonesia per 12 Februari 2022 kemarin.
Pertamax Turbo Rp 14.000 per liter, Dexlite Rp 12.650 berlaku di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Batam. (*)






