Pembunuh Siswi SMA di Siak, SAS: Sayat Tangan Korban, Agar Seolah-olah Bunuh Diri

Pelaku berinisial SAS (16) berikut barang bukti, diamankan di Mapolres Siak | Foto : Humas Polres Siak/Riaubisa

Riaubisa.com, Siak - Sisi lain dari terungkapnya pelaku yang nekad menghabisi nyawa gadis remaja VRM (16). Ternyata aksi kesetanan pelaku inisial SAS, ditengarai karena takut perbuatannya memperkosa pelaku ketahuan.

Bahkan, sayatan ditangan korban diakui pelaku untuk mengelabui agar VRM seolah-olah seperti bunuh diri.

“Saya melakukan itu karena takut ketahuan memperkosa korban,” aku SAS, di depan wartawan.

Dihadapan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardiyanto, SAS mengaku menyesali perbuatannya. “Saya menyesal,” lanjutnya.

Selain itu, SAS mengaku sebelumnya pernah berpacaran dengan korban dan kandas di bulan November 2021 lalu. Berita SebelumnyaSiswi SMA 16 Tahun di Siak Riau Ditemukan Tewas Dalam Kebun Sawit

Kapolres menjelaskan, menurut kronologis hasil pendalaman penyidik. Perkosaan dan pembunuhan yang dilakukan pelaku berawal saat korban meminjam uang kepada Aman temannya melalui aplikasi messenger.

Kepada Aman, korban mengatakan, akan menggunakan uang tersebut melunasi hutang kepada temannya di Pekanbaru.

“Kepada Aman korban berencana meminjam uang Rp500 ribu. Untuk melunasi hutang-hutangnya,” jelas Gunar.

Namun, ternyata handphone Aman berada di tangan SAS. Sehingga, pelaku membalas chat tersebut dan dijanjikan akan dipinjamkan uang tersebut.

Setelah bertemu, SAS mengajak korban rumahnya ditengah kebun sawit keluarga dan memarkirkan motornya tak jauh dari kediamannya.

“Pelaku beralasan, uang yang akan dipinjamkan itu milik ibunya yang sedang berada di pondok di kebun sawit,” terang Gunar.

 

Untuk meyakinkan korban, SAS beralasan uang tersebut akan dipinjamkan kepada ibunya di pondok di kebun sawitnya.

“Alasannya SAS, karena ibunya berada di pondok kebun dan ingin langsung bertemu dengan korban,” terang Gunar.

Karena percaya, korban bersedia dibawa ke pondok ditengah kebun. Namun, dari belakang SAS langsung mencekik korban. Baca juga: Siswi SMA Mempura Siak Dibunuh dan Diperkosa Buruh Harian Lepas 

“Perkosaan dilakukan pelaku saat korban sedang lemas. Setelah itu kembali mencekik korban hingga tak bernyawa menggunakan ikat pinggang,” jelas Gunar.

Selanjutnya, karena takut dibelakang hari korban mengaku. Maka, pelaku langsung menyayat tangan korban menggunakan pisau.

“Tindakan menyayat tangan dilakukan pelaku agar seolah-olah korban bunuh diri,” kata Kapolres.

 

Setelah itu, korban diseret ke semak-semak dan ditutupi dengan daun-daun dan ranting pohon.

“Setelah aksi kejinya, pelaku pergi kerumah temannya Aman dan menginap,” terang Gunar.

Pada Rabu (3/2/2022) SAS mengajak Aman adik temannya dan dipesankan membawa cangkul.

“Untuk Aman ini Aman ini tidak mengetahui adanya peristiwa pembunuhan tersebut. Saat itu, dia hanya disuruh menjaga sepeda motor saja ditepi jalan,” urai Gunar.

Namun, karena cangkul yang digunakan sempat rusak. Akhirnya, pelaku juga meminjam cangkul milik warga setempat.

“Setelah mendapat cangkul yang layak, pelaku SAS menimbun jasad korban sedalam 40 sentimeter untuk mengubur korban,” kata Gunar.

Gunar menjelaskan, sejumlah barang bukti yang ditemukan dilokasi dan dari tangan pelaku antara lain 1 unit sepeda motor Honda Vario korban, 1 unit Handphone android xiomi, 1 celana warna putih dan 1 celana dalam warna merah. Kemudian, 1 soptek warna puti, 2 buah cangkul. (Fzn)