Dishub Kuansing Catat Peningkatan PAD Dari Sektor Parkir Dan PKB
Plt. Kepala Dishub Kuansing Marhumala Pontas | Foto : Roder/Riaubisa
Riaubisa.com, Kuantan Singingi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuansing, mencatat peningkatan pendapatan dari 3 sektor yakni retribusi parkir, terminal dan pengujian kendaraan bermotor (PKB). Data itu tercatat dalam periode Januari 2021 hingga Desember 2021 lalu.
Plt. Kepala Dishub Kuansing Marhumala Pontas, kepada riaubisa.com, Jum'at (4/2/2022) mengatakan, kenaikan pendapatan daerah dari sektor parkir tercatat Rp 6 juta per bulan Februari 2021 dan kemudian meningkat menjadi Rp 12 juta lebih pada September 2021.
Sementara, sektor pengujian kendaraan bermotor, lanjut Pontas ada peningkatan penerimaan daerah Rp 6 juta, di bulan April 2021 dan mengalami peningkatan Rp 84 juta lebih di bulan Desember 2021.
Untuk retribusi terminal Kuansing yang saat ini masih type C, tercatat dengan total Rp 13 juta, di tahun 2021. Dengan rincian, Rp 6 juta lebih bulan Januari 2021 dan Rp 7 juta lebih pada bulan Desember 2021.
"Untuk bulan Februari sampai November 2021, terminal Kuansing nihil pendapatan retribusi," ucap Pontas.
Dia menyebutkan, peningkatan ini ada sejak dirinya mulai menata sektor objek-objek yang bersumber dari pendapatan daerah. Meskipun saat ini retribusi dari sektor terminal, terkendala persoalan tipe, dikarenakan adanya bus-bus berkapasitas besar tidak bisa masuk ke area terminal dan lainnya.
"Kita akan surati PO bus agar masuk di Kota Teluk Kuantan agar turun naik penumpang berada di terminal," terang Pontas.
Kedepan, pihaknya akan memaksimalkan pemasukan retribusi untuk PAD di tiga sektor tersebut, terutama menyurati perusahaan yang ada di Kuansing terkait pendataan jumlah armada angkutan nya.
"Tujuannya untuk memaksimalkan pemasukan daerah dari sektor retribusi menyangkut pengujian kendaraan bermotor. Dari sektor retribusi parkir, terminal, dan tempat pengujian kendaraan bermotor saat ini mencapai Rp 280 juta lebih di tahun 2021, target kita tahun 2022 ini mencapai Rp 1 miliar lebih," pungkasnya. (Rdr)






