Harlah NU Ke 96 Tahun, Halaman Kantor Bupati Rohul Dibanjiri Ribuan Umat Islam
Ustaz KH Miftah Maulana Habiburohman alias gus miftah, hadir dalam peringatan Harlah NU Ke 96 Tahun, di Halaman Kantor Bupati Rohul, Selasa (1/2/2022) | Foto : Darmansyah/Riaubisa
Riaubisa.com, Rokan Hulu - Halaman Kantor Bupati Rokan Hulu yang berada di Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, Selasa (1/2/2022) dipenuhi ribuan umat Islam, dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdatul Ulama (NU) ke 96 Tahun Tahun 2022.
Kegiatan dengan tema satu abad NU dengan tema 'Kemandirian Dalam Berkhidmat Untuk Peradaban Dunia', dihadiri ustaz KH Miftah Maulana Habiburohman alias gus miftah.
Bupati Rokan Hulu, H Sukiman, dalam sambutannya mengatakan, Nahdlatul Ulama adalah salah satu organisasi Islam terbesar dan tertua di Indonesia yang berdiri pada 31 Januari 1926 atau 16 Rajab 1344 H di Surabaya.
"Organisasi ini bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial dan ekonomi, dan sudah berusia 96 tahun," ucap Sukiman.
Menurut dia, organisasi yang didirikan oleh KH Muhammad Hasyim Asyari ini, telah cukup dewasa dan matang dalam berkiprah dan berbuat untuk anggota dan masyarakat, bangsa dan negara.
"Berdasarkan hasil lingkaran survei indonesia per Februari 2019, organisasi ini telah memiliki anggota 108 juta orang atau 49,5 persen dari 229 Juta orang penduduk muslim Indonesia," jelasnya.
AD/ART NU dicantumkan organisasi ini didirikan dengan maksud untuk kemaslahatan agama Islam dan sekuat tenaga akan menjaga keutuhan negara, cinta tanah air yang tertera dalam kalimat Hubbul Wathan Minal Iman.
"Agama dan tanah air menjadi bagian cinta dalam satu tarikan napas," ucap Sukiman.
Sebelum kemerdekaan Indonesia dimulai pada masa Kolonial Belanda yakni tahun 1937, NU membidangi Majelis Islam A'la Indonesia (MIAI) dan menjelang Kemerdekaan Republik Indonesia 17 agustus 1945, NU turut serta merumuskan dasar Negara yaitu Pancasila yang diwakili KH Abdul Wahid Hasyim.
"Setelah kemerdekaan tahun 1945, NU mengeluarkan resolusi jihad NU dan fatwa jihad, peristiwa ini menjadi hari santri yang telah ditetapkan pemerintah sekarang ini," imbuhnya.
Bahkan NU dikenal oleh bangsa Indonesia dan dunia sebagai organisasi yang memiliki jati diri dan nilai yang kokoh yang mencerminkan sebagai organisasi sosial keummatan yang menganut jalan tengah dan lurus dengan sikap moderat, menolak kekerasan dan ekstremitas, menghormati perbedaan dan kemajemukan, ukhwah islamiyah dan menjadikan islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Panitia Penyelenggara Sutanto, dalam sambutannya mengatakan, sebelum kegiatan harlah ke-96 digelar, organisasi NU melaksanakan ziarah di makam ulama dan pendiri di Kabupaten Rokan Hulu.
"NU peduli terhadap leluhur dan mengingat jasa-jasa para leluhurnya," kata dia. (Man)






