Bapenda Pekanbaru Diingatkan Komisi II Soal Realisasi PAD Tahun 2022

Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fathullah | Foto : Bambang/Riaubisa

Riaubisa.com, Pekanbaru - Komisi II DPRD Pekanbaru meminta kepada Bapenda Pekanbaru, untuk realisasi PAD tahun 2022 ini, harus lebih besar dari raihan tahun 2021 lalu.

Legislator berharap, agar Bapenda tidak banyak alasan untuk target Pendapatan Asli Daerah (PAD), apalagi geliat ekonomi di Kota Pekanbaru sudah berjalan di semua aspek.


Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah SH MH menyebutkan, bahwa pihaknya mematok target untuk PAD tahun 2022 ini, Bapenda harus bisa membukukan Rp 1 triliun.


Sebab, potensi untuk meraih angka tersebut, sangat masuk akal. Jika dibanding tahun 2022 ini, di tahun 2021 lalu, sektor ekonomi tidak bergerak di semua sektor.


"Kepada Kepala Bapenda Zulhelmi Arifin, kita yakini timnya bisa meraih target tersebut. Apalagi potensi PAD tahun ini lebih besar dari 2021," tegas Fathullah kepada riaubisa.com Senin (17/1/2022).


Diakui Politisi Partai Gerindra ini, beberapa potensi baru, yang bisa dijadikan PAD tahun ini sangat banyak. Itu di luar 11 potensi pajak yang selama ini dijadikan primadona oleh Bapenda.


Bahkan tahun 2021 lalu, dari 11 pajak andalan tersebut, tidak semuanya bisa dipungut, karena program relaksasi pandemi Covid-19.


Bahkan satu sektor pajak yakni Pajak Bumi dan Air, bisa dijadikan pundi-pundi PAD tahun 2022 ini.


"Kita mendorong kinerja Bapenda Pekanbaru, agar target Rp 1 triliun PAD bisa tercapai. Sehingga ini berdampak kepada realisasi pembangunan di Kota Pekanbaru ke depannya," tegasnya lagi.


Seperti diketahui, PAD yang dibukukan Bapenda Pekanbaru tahun 2021, sebesar Rp 560,53 miliar lebih. Jumlah ini memang tidak sesuai target yang diapung sejak awal, yakni Rp 800 miliar.


Namun alasan tidak tercapainya PAD tersebut, sangat masuk akal karena kondisi pandemi covid19. Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin mengatakan, capaian ini tumbuh jika dibandingkan dari tahun ke tahun, dalam lima tahun terakhir.


Capaian ini tumbuh diangka 8,5 persen dibandingkan tahun 2020 (data per pertengahan Desember 2021).


"Tahun lalu capaian kita diangka Rp 518 miliar. Sekarang kita sudah capai di Rp 560 miliar lebih," sebutnya. Ada beberapa jenis sektor pajak sudah tercapai target. Seperti di sektor pajak restoran, reklame, PPJ, dan BPHTB.


Pada tahun 2022 ini, pihaknya akan mengebut raihan PAD, di semua sektor yang ada. (*)