Terdakwa Korupsi, Wabup OKU Terpilih Johan Anuar Berangkat ke Lokasi Pelantikan dengan Balutan Rompi Oranye
Wakil Bupati Ogan Komering Ulu Johan Anuar keluar dari Rutan Pakjo Palembang menggunakan baju tahanan dengan kedua tangan diborgol, Jumat 26 Februari 2021. / foto : kompas regional
Riaubisa.com - Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) terpilih, Johan Anuar tetap menjalani pelantikan sebagai pendamping kepala daerah meski telah ditetapkan sebagai terdakwa korupsi.
Sebelumnya, Johan Anuar diketahui melakukan tindak pidana korupsi pada pengadaan tanah pemakaman yang merugikan negara Rp5,7 miliar.
Hal tersebut dia lakukan saat masih menjabat Wakil Ketua DPRD Ogan Komering Ulu pada 2012 silam.
Meski begitu, Pengadilan Negeri Palembang tetap mengizinkan Johan Anuar menjalani pelantikan sebagai kepala daerah di luar Rutan Pakjo Palembang setelah Kemendagri mengirimkan surat pemberitahuan.
Alhasil, Johan Anuar berangkat ke lokasi pelantikan dengan menggunakan baju tahanan dan kedua tangan diborgol.
Sebgaimana diberitakan Pikiran rakyat dalam artikel "Diizinkan untuk Dilantik, Wabup OKU Johan Anuar Tampil Beda dengan Balutan Rompi Oranye", Johan Anuar dilantik mendampingi Bupati Ogan Komering Ulu terpilih, Kuryana Azis, periode 2021-2026.
Pasangan tersebut menang melawan kotak kosong pada Pilkada 2020. Keduanya adalah petahana yang sebelumnya memimpin.
Saat hendak dilantik, Johan Anuar keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas I A Pakjo Palembang pada Jumat 26 Februari 2021 pukul 14.00 WIB.
Dia terlihat didampingi jaksa KPK dan pengacaranya serta dikawal ketat personel Brimob Polda Sumsel.
Sementara itu, ketika Johan Anuar keluar dari Rutan, sang kuasa hukumnya, Titis Rachmawati, sempat meminta awak media tidak melakukan peliputan.
"Prinsipnya Johan Anuar bersedia dilantik di Griya Agung dan prosesnya sudah sesuai dengan protokol yang diamanatkan KPK, jadi mohon rekan-rekan media tidak meliput di sini (rutan, red.) silakan liput di Griya Agung," kata Titis sebelum Johan dikeluarkan.
Saat Johan keluar, dia langsung masuk mobil jaksa KPK, lalu bersama rombongan berangkat ke Griya Agung Palembang untuk dilantik oleh Gubernur Sumsel Herman Deru sebagai Wabup Ogan Komering Ulu.
Menurut Titis, pengawalan KPK terhadap Johan hanya sebatas dari rutan sampai pintu gerbang Griya Agung, selanjutnya Johan diserahkan kepada panitia pelaksana pelantikan dengan tetap dikawal.
Namun, Johan hanya diberi waktu berada di luar rutan mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB.
Setelah dilantik, Johan Anuar terancam langsung dinonaktifkan sebagai Wabup karena statusnya masih terdakwa.
Johan Anuar ditahan KPK di Rutan Polres Jakarta Pusat pada 10 Desember 2020 atau satu hari setelah tahapan pencoblosan Pilkada serentak.
Penahanan tersangka dilakukan setelah lembaga antirasuah itu mengambil alih perkara kasusnya dari Polda Sumsel pada 24 Juli 2020.
Diizinkannya Wabup OKU terpilih Johan Anuar menuai perhatian juga dari Rizal Ramli yang menyebut sebagai hal langka.






