Kenali Gejala Varian Omicron dan Cara Mencegahnya Menurut Kemenkes
COVID-19 Omicron Variant/ (Foto: Image: The Quint) Riaubisa
Riaubisa.com, Jakarta - Kasus Konfirmasi varian Omicron di Indonesia masih terus bertambah.
Pada Jumat, 7 Januari 2022, pemerintah telah mencatat penambahan kasus sebanyak 57 orang dengan total kasus konfirmasi mencapai 318 orang.
Kebanyakan orang terinfeksi varian Omicron sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis lengkap, tidak bergejala, dan bergejala ringan.
Dengan demikian, vaksinasi dapat dikatakan membantu mengurangi tingkat keparahan gejala akibat COVID-19.
Gejala varian Omicron
Varian Omicron telah ditemukan di banyak negara sejak pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada bulan November 2021 lalu.
Kemunculan varian baru virus corona ini cukup membuat masyarakat khawatir akan tingkat penularan dan gejala yang ditimbulkannya.
Dilansir dari WebMD, menurut sebuah penelitian di Inggris yang diterbitkan pada 16 Desember 2021 di British Medical Journal (BMJ), mengatakan bahwa gejala varian Omicron yang paling umum adalah:
• Pilek
• Sakit kepala
• Kelelahan
• Bersin
• Sakit tenggorokan
Sementara itu, gejala umum dari jenis asli COVID-19 adalah demam, kesulitan bernapas, batuk, dan kehilangan indra penciuman atau perasa.
Dilansir kompas.com dari laman Sehat Negeriku, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), di Indonesia, sebanyak 99% kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala, 4,3% kasus memiliki komorbid seperti penyakit diabetes dan hipertensi, serta 1% kasus membutuhkan terapi oksigen.
Adapun gejala paling umum varian Omicron yang ditemukan di Indonesia adalah batuk dan pilek.
Cara mencegah infeksi varian Omicron
Kemenkes mendorong setiap daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan klaster baru COVID-19, dan segera melapor serta berkoordinasi dengan pusat apabila menemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.
Di samping itu, kewaspadaan masing-masing individu juga harus terus ditingkatkan untuk menghindari potensi penularan varian Omicron.
Protokol kesehatan 5M dan vaksinasi harus berjalan beriringan sebagai upaya penting untuk melindungi diri dan orang sekitar dari penularan varian Omicron. ***






