Dampak Banjir Rob, Legislator Meranti Minta Perhatian Pemerintah Disektor Pertanian

Anggota DPRD Kepulauan Meranti Khusairi saat meninjau langsung lahan pertanian Warga Desa Gogok Darussalam, Senin (6/11/2021) kemarin.

Riaubisa.com, Meranti -  Legislator Kepulauan Meranti Khusairi meminta perhatian khusus dari Pemerintah atas peristiwa Banjir Rob yang sangat berdampak disektor partanian.

“Atas peristiwa ini saya sangat prihatin dengan apa yang dialami seluruh petani kita yang lahannya terendam banjir, untuk itu saya meminta perhatian khusus dari Pemerintah,” kata Khusairi kepada RiauBisa.com, Selasa (7/12/2021). Baca juga: Prihatin Terhadap Warga, Fadli Bantu Korban Banjir Rob

Secara khusus, dikatakan Khusairi hampir seluruh lahan pertanian warga di Gogok Darussalam terendam banjir, Untuk itu pihaknya meminta agar ini bisa ditangani dengan cepat oleh dinas terkait, terutama pembangunan tanggul.

“ Efek banjir ini luar biasa bagi petani, tanah yang terendam bajir tidak bisa diolah selama 3 bulan kedepan, sementara itulah sumber penghasilan mereka. Untuk itu sebagai antisipasi dikemudian hari, Saya minta supaya dibangun tanggul” ujarnya.

Diakui Politisi PKB ini, kemarin (senin red) pihaknya menijau langsung lahan pertanian warga, terlihat tanaman warga seperti Jagung, singkong, cabe dan jenis tanaman lainnya  dipastikan gagal panen yang mengakibatkan masyarakat merugi. Baca juga: Banjir Rob Landa Kepulauan Meranti, Warga Diimbau Waspada

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kepulauan Meranti Ifwandi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sedang mendata melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) masing-masing wilayah binaan terkait kondisi terkini luas lahan pertanian yg terdampak Banjir rob ini. 

“Kita sudah intruksikan seluruh PPL diwilayah binaannya untuk segera mendata, setelah ini selesai kita akan melaporkan ke pimpinan untuk mencari solusi dari dampak banjir rob ini,” Kata Ifwandi.

Sementara itu, secara terpisah Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rizki Hidayat mengatakan, pihaknya saat ini masih memantau dan mendata wilayah-wilayah yang terdampak banjir tahunan tersebut.

 

"Anggota kita sudah tiga hari turun ke lapangan, memantau, dan apa yang bisa kita bantu kita bantu masyarakat, evakuasi misalnya, anak sekolah, termasuk jika ada orang sakit," kata Rizki.

Setelah didata nantinya, BPBD akan mencari langkah cepat dan efektif untuk meminimalisir dampak banjir yang merendam rumah warga.

"Kita upayakan agar banjir rob ini jangan sampai jadi bencana. Hari ini alhamdulillah ketinggian air juga sudah mulai berkurang," jelasnya.

Diketahui, dipenghujung tahun ini hampir seluruh daratan rendah, terlebih dipinggir laut sejumlah kecamatan di Kepulauan Meranti ditimpa musibah banjir rob. Termasuk fasilitas umum pasar, pelabuhan, hingga beberapa jalan protokol juga ikut tergenang banjir. (Rul)