8 Penambang yang Terjebak Akibat Letusan Semeru Sempat Kirim Video, BPDB Sulit ke Lokasi karena Abu Panas
Warga mengamati kondisi rumah yang tertimbun abu vulkanik dari guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Dampak guguran awan panas Gunung Semeru mengakibatkan sedikitnya puluhan rumah warga rusak dan diperkirakan belasan warga dinyatakan hilang. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/rwa.(Zabur Karuru)
Riaubisa.com, Lumajang - Letusan Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021) menyebabkan 2 orang meninggal, 70 terluka dan 10 orang masih dicari.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Kompas.com, dari 10 orang yang masih dicari itu, delapan di antaranya terjebak di kantor perusahaan tambang pasir di sekitar Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Mereka yang terjebak dikabarkan sempat mengirimkan video meminta pertolongan pada Sabtu sore.
"Sebanyak 10 masih dicari. Delapan orang diduga terjebak di kantor perusahaan tambang di Kampung Renteng," kata Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar saat konferensi pers virtual, Sabtu malam.
Indah mengatakan, hingga Sabtu malam, pihaknya belum bisa menghubungi 8 orang itu via telepon seluler.
"Sabtu sore saat erupsi, mereka sempat mengirim video untuk meminta pertolongan, tapi tim BPBD tidak berhasil sampai le lokasi karena derasnya abu panas. Semoga mereka baik-baik saja," kata Indah.
Diberitakan sebelumnya, aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat pada Sabtu sore setelah gunung tertinggi ketiga di Indonesia itu meletus.
Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG).
Aliran awan panas itu sudah sampai di Curah Kobokan, Kabupaten Lumajang atau sejauh 11 kilometer dari kawah.
Menurut data PVMBG, aktivitas Gunung Semeru berada di kawah Jonggring Seloko.
Kawah ini berada di sisi tenggara puncak Mahameru. Sedangkan karakter letusannya, Gunung Semeru ini bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi 3 – 4 kali setiap jam.
Karakter letusan vulkanik berupa letusan eksplosif yang dapat menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya.
Sementara, karakter letusan strombolian biasanya terjadi pembentukan kawan dan lidah lava baru. Saat ini Gunung Semeru berada pada status level II atau waspada.
Jembatan putus
Sementara itu, jembatan penghubung Lumajang-Malang yang berada di Kecamatan Candipuro, putus.
Video detik-detik Jembatan Gladak diterjang lahar dingin Semeru menjadi viral di media sosial. "Iya, benar Gladak Perak putus seperti dalam video," kata Wawan Hadi, kepala bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Lumajang.
Saat ini petugas masih memantau kondisi dan fokus melakukan evakuasi warga.






