Ini Nih 10 Kebiasaan Sepele Penyebab Penuaan Dini
Riaubisa.com, Jakarta - Semua orang tentu ingin selalu terlihat awet muda. Sayangnya, penuaan tetap tak bisa dihindari, tak peduli seberapa besar kita menginginkannya.
Namun demikian, proses penuaan masih bisa diperlambat. Nah, untuk itu, tentu kita harus menghindari berbagai kebiasaan buruk yang membuat penuaan datang lebih cepat.
• Mengigit kuku
Michael Hirt, Board Certified Nutrition dari Harvard University, dilansir kompas.com, mengatakan, memasukan jari ke mulut dapat menjadi jalan masuk bagi berbagai virus, apalagi di masa pandemi seperti ini.
Perlu diingat, mulut manusia juga dipenuhi dengan bakteri berbahaya, dan menggigit ujung jari juga dapat menyebabkan penyakit yang sangat berbahaya. Pasalnya, organisme akan masuk ke dalam tubuh.
Jadi jika masih melakukannya, pakailah sarung tangan katun sesering mungkin untuk mengingatkan diri sendiri agar menghentikan kebiasaan buruk ini.
• Gula, alkohol, dan merokok
Menurut Dr. Hirt, tiga trio beracun ini akan membuat penampilan bertambah tua beberapa tahun.
Selain itu, semua orang tentu sudah memahami bahwa kebiasaan tersebut dapat memperpendek usia seseorang.
Kendati demikian, saat stres karena bakerja, uang, atau mengalami masalah keluarga, trio inilah yang kerap jadikan pelarian untuk membuat diri merasa lebih baik.
Namun perlu diingat, efek buruk dari tiga trio ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun.
“Setelah 25 tahun praktik medis, saya belum pernah bertemu orang di atas 40 tahun yang bisa minum alkohol atau makan gula setiap hari tanpa adanya konsekuensi di tubuh, atau di hasil tes lab mereka."
"Tembakau tetap menjadi berita buruk, dan jika kita ketagihan, jadikan tahun 2022 sebagai tahun di mana kita akhirnya berhenti,” ujar Dr. Hirt.
• "Mager", leha-leha di sofa
Dr. Hirt juga berpendapat, kebiasaan "mager", dengan berleha-leha di sofa atau kasur dapat memperpendek usia.
"Manusia diciptakan untuk bergerak, sama seperti mobil. Jika kita tidak cukup menjalankan mobil, aki akan mati dan bagian-bagiannya mulai berkarat."
"Sama halnya dengan manusia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa melakukan 7.000 langkah setiap hari mengurangi risiko meninggal akibat penyakit apa pun."
"Termasuk antara lain, serangan jantung, stroke, dan kanker," kata Hirt.
Covid-19 atau pun udara dingin mungkin menghalangi cara kita berolahraga. Namun, mendapatkan 7.000 langkah per harinya bisa didapatkan dengan cara yang lebih menyenangkan.
Misalnya dengan berjalan-jalan ke mal atau berjalan kaki di sekitar rumah sambil mendengarkan musik atau podcast favorit. Pasti tak akan terasa lelah kan?
• Stres
Menurut dr. Hirt tak ada hal lain yang membuat kita tua lebih cepat dibandingkan stres.
Pasalnya, stres akan melepaskan zat kimia adrenal “fight/flight” (hadapi atau lari) langsung ke pembuluh darah.
Keadaan itu membuat kita merasakan berbagai rasa sakit, mulai dari flu biasa, hingga yang menyeramkan, seperti kanker.
Tak jarang, musim liburan yang seharusnya menyenangkan ini malah membuat kita kecewa dan stres karena banyaknya harapan yang tidak terpenuhi.
Jadi, hentikan kebiasaan buruk ini dengan memanjakan diri dengan latihan meditasi atau yoga selama 10 menit.
• Tidak pakai tabir surya
Dokter kulit bersertifikat Lawrence Osman mengatakan, sinar ultraviolet dari matahari memang merupakan kontribtor utama dari kanker kulit dan penampilan yang menua.
Namun, gelombang lain juga dapat menambah penuaan, terutama blue light dari ponsel dan gawai lainnya.
Solusinya, pakailah tabir surya dengan kandungan seng aktif karena seng adalah satu-satunya kandungan yang melindungi terhadap semua jenis radiasi ultraviolet dan cahaya tampak.
• Arah tidur
Menurut Osman, jika kita tidur tengkurap atau mengarah ke samping bisa membuat kulit terlipat dan tertekan.
Keadaan ini memicu kerutan yang biasa terjadi di sekitar dahi dan ujung hidung.
Memang bagi kulit muda, kerutan itu akan menghilang sendirinya, namun jika terus menerus menekan wajah melawan bantal, garis itu dapat menjadi permanen.
• Cara mencuci muka yang salah
Seven Yu, Chief Beauty and Creative Office di Glam Set Go mengatakan, kita sebaiknya menghindari penggunaan air yang terlalu panas untuk mencuci wajah dan leher.
Pasalnya, ini menghilangkan kelembapan dan minyak dari kulit, membuatnya kurang kenyal dan dapat menyebabkan lebih banyak kerutan dalam jangka panjang.
• Marah-marah
Dr. Veera Gupta, DC CCSP Optimum of Health Chiropractic mengatakan, kita sebaiknya berhenti marah-marah.
Pasalnya, marah akan menghasilkan peradangan kimiawi, dan semakin sering kita mengingat memori itu, semakin cepat pula peradangan itu tercipta.
Pasalnya, saluran saraf tubuh terkait dengan memori itu.
Bahkan, argumen kecil dengan pasangan dapat meningkatkan NF Kappa B, yakni “Godfather” dari semua molekul inflamasi hingga 48 jam.
• Screen Time berlebih
Alexis Parcells, ahli bedah plastik bersertifikat dan pendiri klinik perawatan kulit dan anti-penuaan Sunnie, mengungkap pendapatnya.
Menurut dia melihat ponsel, tablet, atau komputer untuk waktu yang lama dapat menyebabkan kerutan dini yang tidak wajar, terutama di sekitar leher.
Selain itu, berkonsentrasi juga dapat menghasilkan ekspresi kerutan yang juga dapat menambah garis dini seiring waktu.
Jadi, sebaiknya, letakkan gawai sejajar dengan mata saat menggunakannya. Lalu, sering-seringlah beristirahat dan hindari perangkat elektronik jika memungkinkan.
Jika butuh pengingat, tempatkan cermin di sebelah komputer untuk mengingatkan agar kita mengubah postur dan ekspresi.
• Minum dengan sedotan
Parcells menyatakan, gerakan wajah yang berulang, seperti mengerucutkan bibir untuk minum dari botol air, dapat menyebabkan garis dalam di sekitar mulut, begitu pula sedotan.
Jadi, lebih baik minumlah dari gelas atau cangkir dengan mulut yang lebih lebar.






