Bupati Kuansing Andi Putra Ditangkap KPK, Partai Golkar Mau Berikan Bantuan Hukum
Bupati Kuansing, Andi Putra | Internet
Riaubisa.com, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar memberikan bantuan hukum terhadap kadernya Andi Putra, Bupati Kuansing Periode 2021-2024 yang saat ini ditangkap KPK terkait dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah terkait izin perkebunan bersama ajudan dan pihak swasta dan 7 orang lainnya.
"Prinsipnya kami di Bakumham selalu menyiapkan pendampingan hukum kepada kader-kader yang membutuhkan pendampingan hukum, terutama di pengadilan nanti," kata Ketua Badan Hukum dan Hak Asasi Manusia (Bakumham) DPP Partai Golkar, Supriansa, dikutip kompastv, Selasa (19/10/2021).
Supriansa menuturkan bantuan hukum dari DPP Partai Golkar bukanlah suatu hal yang harus diterima oleh kadernya. DPP Partai Golkar, katanya, terbuka jika kadernya memilih pendampingan hukum dari luar. Baca juga: Jadi Tersangka Suap Izin Kebun Sawit, Bupati Kuansing Andi Putra Sepakati Uang 'Pelicin' Rp 2 Miliar
"Jadi bebas, kader tidak diharuskan (menerima bantuan hukum DPP), tapi jika butuh pendampingan hukum maka Bakumham akan menyiapkan, baik Pak Andi Putra maupun Pak Dodi," ucap Supriansa.
Untuk diketahui, Juru Bicara KPK Ali Fikri, mengungkapkan Bupati Kuansing Andi Putra terjaring dalam OTT yang dilakukan oleh KPK. Selain Andi, ada 7 orang lainnya yang ikut diamankan oleh lembaga antirasuah ini. Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Kuansing Andi Putra Tersangka Suap Perizinan Kebun Sawit
Andi Putra yang juga merupakan Mantan Ketua DPRD Kuansing 2 Periode 2014-2019 dan 2019-2020 ini, ditangkap atas dugaan menerima hadiah terkait perizinan perkebunan di Kuansing.
Andi Putra lahir di Muaro Sentajo 12 April 1987, dia merupakan anak dari mantan Bupati Kuansing terdahulu, Sukarmis. Dia juga menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar sejak 2016 hingga sekarang.
Andi mengenyam pendidikan Sekolah Dasar di SDN 023 Muaro Sentajo (1993-1999), SMP 3 Kuantan Tengah (1999-2002), SMAN 1 Teluk Kuantan (2002-2005), S1 di Universitas Lancang Kuning (2005-2013) dan S2 di Universitas Islam Riau (2013-2017).






