Dewan Curigai Solar Langka di Pekanbaru Karena Sengaja Dihilangkan

BBM Jenis Solar Langka | Foto : Internet

Riaubisa.com, Pekanbaru - Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Nurul Ikhsan, mencurigai kelangkaan solar dan bio solar di sejumlah SPBU bakal memunculkan varian baru seperti halnya BBM jenis premium yang hilang dari peredaran dan berganti menjadi pertalite.

"Sepertinya ini (solar dan bio solar,red) sengaja dihilangkan dari peredaran, varian baru muncul dan mau tak mau memaksa masyarakat untuk membeli," ucap Nurul, kepada wartawan, Kamis (14/09/2021).

Pertamina selaku distributor tunggal untuk BBM diminta cepat tanggap dan responsif terhadap hal ini serta diminta segera mencarikan solusi, bukan memberikan statemen klasik yang tidak masuk akal.

"Aneh memang, antreannya jelas panjang sampai dini hari, dan menimbulkan kemacetan, pertamina ngomong tidak ada langka," cetusnya.

Dia mencurigai lagi, kelangkaan BBM jenis solar dan bio solar itu diduga ada permainan spekulan yang menjual keluar daerah atau melakukan penimbunan.

"Harusnya Pertamina cek ke SPBU dan memastikan tidak ada masalah dan kuota dan benar-benar disalurkan sesuai yang ada," katanya lagi.

 

Apalagi kata dia, kebutuhan BBM masyarakat saat PPKM dinilai cukup tinggi. Alasan pertamina menjadikan aktivitas dan mobilitas masyarakat tinggi salah satu sumbernya.

"Pertamima ini selalu mencari cari alasan, kalau kurang ya kuota harus ditambah lah," cetusnya.

Dengan kejadian ini pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil pertamina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengetahui penjelasan pertamina secara detail.

"Pastinya akan kita pertanyakan sebab-sebabnya secara kongkrit," ungkap Nurul.

Sebelumnya, Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Pertamina Commercial & Trading, Taufikurachman, mengaku tidak ada kelangkaan BBM seperti yang diberitakan dan sudah menyalurkan BBM kepada masyarakat sesuai kebutuhan.

"Tidak ada kelangkaan. Kami menyalurkan BBM sesuai keperluan masyarakat Riau," ungkapnya belum lama ini.