Ganti Baju Parpol Elit Riau
Annas Maamun-Irwan Nasir Gabung ke NasDem: Merugikan Partai, Opurtunis Pragmatis, Anti-Milenial!
Annas Maamun dan Irwan Nasir resmi bergabung ke Partai NasDem. Foto: Istimewa
RiauBisa.com, Pekanbaru - Dua orang 'elit' Riau resmi berganti baju partai politik ke NasDem. Keduanya yakni mantan Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Annas Maamun dan mantan Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Riau, Irwan Nasir. Perekrutan dua tokoh bekas ketua partai 'lain' ini dilakukan di tengah tudingan adanya 2 kepala daerah di Riau yang dituduh 'mengkhianati' Partai NasDem.
Apakah Annas Maamun-Irwan Nasir masih ngefek?
Analis Politik dari FISIP Universitas Riau, Tito Handoko menilai bergabungnya kedua 'tokoh' Riau menunjukkan sikap opurtunis-pragmatis, baik oleh kedua 'elit' maupun oleh Partai NasDem. Hal tersebut justru merugikan citra partai karena dianggap negatif oleh masyarakat pemilih, khususnya kaum milenial. Baca juga: NasDem 'Tampung' 2 Bekas Ketua Partai di Riau Jadi Kader, Annas Maamun Pakai Jaket Biru
"Lagi-lagi partai dan elit mempertontonkan sikap opurtunistik dan pragmatisme politiknya. Ini pendidikan politik yang keliru dan tak disukai oleh warga pemilih, khususnya yang melek politik dan milenial," kata Tito Handoko dihubungi RiauBisa.com, Kamis (14/10/2021).
Menurut Tito, masuknya Annas-Irwan tidak akan memberi efek positif bagi Partai NasDem di Riau. Justru sebaliknya menjadi sinyal negatif di mata kaum pemilih milenial.
"Kaum milenial yang akan menguasai pemilih pada panggung politik pemilu 2024 mendatang, tidak menyukai hal ini. Milenial ingin perubahan, tidak sekadar tokoh lama yang mungkin tidak terlalu disukai pemilih muda. Sebaliknya mereka justru menjadi antipati," kata Tito. Baca juga: NasDem Riau Sebut Kepala Daerah 'Pengkhianat', 2 Orang Inikah yang Disasar?
Tito menilai sikap Partai NasDem ini menunjukkan fungsi partai tidak dilakukan secara baik, khususnya menyangkut kaderisasi partai. Dengan mencaplok orang-orang yang dianggap tokoh dan memiliki pengaruh, tidak akan memberi keuntungan secara progresif kepada partai.
"Mungkin mereka memiliki kemampuan finansial. Tapi, faktor itu tidak dominan di mata milenial yang ingin perubahan. Yang ideal dilakukan adalah membangun basis pemilih, basis ideologi. Bukan main rekrut pesohor. Ini kontraproduktif," tegas Tito.
Ia menjelaskan, praktik opurtunis-pragmatis terus dipertontokan oleh elit parpol di daerah maupun di pusat. Hal ini menunjukkan kegagalan menjadi partai modern yang membangun basis pemilih, khususnya mengandalkan ideologi partai. Baca juga: Pengurus Gaungkan Kata 'Pengkhianat' Untuk Kepala Daerah Yang Diusung Partai NasDem
"Membuat demokrasi kita menjadi tidak sehat. Milenial pasti melihat ini sebagai hal yang aneh," pungkas Tito.
Ketua Bappilu Partai NasDem Riau, Dedi Harianto memastikan masuknya Irwan dan Annas ke partai bentukan Surya Paloh tersebut.
"Kakak Irwan Nasir dan Kakak Annas Maamun bergabung dengan Partai NasDem. Sudah diperkenalkan ke publik," kata Dedi kepada wartawan, Rabu (13/10/2021) malam.
Sebagai tanda berlabuhnya Irwan dan Annas, keduanya dipakaikan jas biru dongker Partai NasDem disela-sela acara Rakorwil Partai Nasdem Riau. Tampak Irwan dan Annas sumringah saat mengenakan jaket tersebut.
Irwan merupakan mantan Bupati Kepulauan Meranti dua periode. Sementara, Annas Maamun adalah mantan Bupati Rokan Hilir dan mantan Gubernur Riau. Hanya saja, Annas tidak menuntaskan masa jabatannya sebagai Gubernur Riau lantaran ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima suap pada 2014 lalu.
Di tengah usianya yang semakin menua, ternyata semangat berpolitik Annas tak kunjung padam.
Sebut 2 Kepala Daerah di Riau 'Pengkhianat'
Sebelumnya, Ketua Panitia Rapat Koordinasi Wilayah Partai NasDem Provinsi Riau, Jhony Charles menyebut ada kepala daerah di Riau yang menjadi 'pengkhianat' partai. Jhony menyampaikan tudingan serius itu berkaitan dengan dukungan Partai NasDem kepada kepala daerah di Riau saat pilkada beberapa tahun lalu.
Jhony Charles yang merupakan Sekretaris Garda Pemuda NasDem Riau memang enggan menyebut siapa kepala daerah di Riau yang ia maksud. Namun, ia sempat melontarkan soal dukungan Partai NasDem dalam pilkada kabupaten dan pilkada Provinsi Riau.
"Saya tidak mau menyebutkan nama. Partai NasDem inikan bukan cuma satu kali mengusung. Pernah satu kali level provinsi dan pernah satu kali level Kabupaten," kata Jhony usai Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di ballroom Hotel Premier, Selasa (12/09/2021) malam kemarin.
Publik bertanya-tanya kepada siapa tudingan 'pengkhianat' tersebut ditujukan oleh elit Partai NasDem. Apalagi, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali turut mengomentari pernyataan anak buahnya tersebut.
Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI ini bahkan mengungkap ciri-ciri kepala daerah yang berkhianat. Yakni orangnya gampang berjanji dan berkata manis, namun ketika kepentingannya sudah tercapai kerap berbelok dan manuver.
"Tidak sedikit kepala daerah yang tidak memiliki partai kemudian diusung oleh partai NasDem dan berpindah ke partai lain. Memang ini menjadi problem. Nasdem sejak awal sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi prilaku-prilaku seperti itu (pengkhianat,red)," kata Ali.
Desas desus adanya kepala daerah yang 'berkhianat' kepada Partai NasDem di Riau pun menjadi perbincangan publik. Dua orang kepala daerah di Riau disebut-sebut sebagai orang yang dimaksud oleh elit NasDem Riau. Namun ini belum terkonfirmasi secara jelas.
Ada dugaan kalau yang dimaksud oleh elit Partai NasDem tersebut adalah Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong. Ini didasarkan asumsi bahwa Partai NasDem merupakan pengusung dan bahkan paling militan dalam pilkada Rohil 2020 lalu yang memenangkan Afrizal sebagai Bupati Rohil periode 2020-2024.
Memang, tanpa dukungan satu fraksi Partai NasDem di DPRD Rokan Hilir, dipastikan Afrizal Sintong tak bisa mendaftar sebagai calon Bupati Rohil. Meski Afrizal merupakan anggota DPRD Rohil dari Partai Golkar, namun 'Beringin Kuning' justru tak memberi dukungan kepada dirinya. Partai Golkar saat pilkada Rohil justru menyerahkan dukungan kepada calon bupati Asri Auzar yang merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Riau.
Dalam perjalanannya setelah dilantik menjadi Bupati Rohil, Afrizal disebut oleh petinggi Partai NasDem Riau telah diberikan kartu tanda anggota partai. Bahkan, sebuah jabatan khusus sempat ditawarkan kepada Afrizal yakni Ketua Harian Partai NasDem Riau. Nomenklatur jabatan ini memang sebelumnya tidak ada di Partai NasDem.
Namun, arah angin politik berubah haluan. Pada Sabtu, 31 Juli 2021, Afrizal Sintong justru terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Rokan Hilir. Ia bahkan terpilih secara aklamasi dalam Musda V Partai Golkar Rohil tersebut.
Lantas siapa yang dimaksud Jhony Charles tentang orang yang didukung dalam level pilkada Provinsi Riau? Kuat dugaan kalau orang yang dimaksud adalah Gubernur Riau, Syamsuar. Ini didasarkan pada dukungan Partai NasDem dalam pilkada Provinsi Riau pada 2018 lalu.
Memang, Partai NasDem bersama PKS dan PAN mengusung pasangan Syamsuar-Edy Nasution sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Hingga akhirnya pasangan ini terpilih sebagai gubernur-wakil gubernur Riau. Lagi-lagi tanpa kursi Partai NasDem di DPRD Riau, Syamsuar tak bisa berlayar ke Pilgub Riau. Pantauan RiauBisa.com, Syamsuar memang tidak terlihat di aren Rakorwil Partai NasDem Riau kemarin.
Soal dugaan tudingan 'pengkhianat' diduga menyasar Syamsuar, belum bisa dipastikan keterkaitan penyebabnya. Namun, belakangan memang Syamsuar terpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Riau dalam Musda Golkar Riau pada Minggu, 8 Maret 2020 lalu. Musda tersebut sempat deadlock namun kemudian dilanjutkan hingga Syamsuar terpilih.
Naiknya Syamsuar sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Riau sebelumnya memang tak pernah 'diributkan' oleh Partai NasDem Riau. Namun, yang justru heboh adalah Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Riau. PAN Riau menyebut saat pilkada Provinsi Riau, Syamsuar sudah mengantongi kartu tanda anggota partai. Syamsuar dituding manuver hingga kembali ke pangkuan teduhnya 'Beringin Kuning'.
Gubernur Riau, Syamsuar belum memberikan keterangan soal kemungkinan dirinya dituding 'pengkhianat' yang disampaikan elit Partai NasDem Riau tersebut. Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong juga belum bisa dikonfirmasi. Kepala Dinas Kominfo Rohil, Hermanto belum menjawab pesan konfirmasi yang dikirimkan RiauBisa.com. (*)






