Heboh Besi Tower PLN Dicuri

Polresta Pekanbaru Bentuk Tim Khusus Buru Pencuri Besi Tower PLN

Pencurian besi siku tower listrik PLN di Pekanbaru dikhawatirkan membuat tower bertegangan tinggi ambruk. Foto: Istimewa (RiauBisa.com/ Fauzan)

RiauBisa.com, Pekanbaru - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru membentuk tim khusus untuk memburu pelaku pencurian besi tower listrik tegangan tinggi PLN di Muara Fajar, Pekanbaru. Tim khusus merupakan gabungan antara Jatanras dan Reskrim Polsek Rumbai.

Kapolsek Rumbai, AKP Linter Sihaloho menyatakan, pihaknya concern untuk memburu pelaku yang sudah meresahkan tersebut. Kasus ini juga menjadi atensi dari Polres dan Polda Riau untuk segera diungkap.

"Kemarin malam Polresta juga sudah membentuk tim khusus. Mudah-mudahan segera terungkap pelakunya. Kita pasti bekerja keras untuk mengungkap kasus ini," kata Linter kepada RiauBisa.com, Senin (11/10/2021).

Diwartakan sebelumnya, aksi pencurian besi tiang tower listrik bertegangan tinggi secara berkelanjutan terjadi di Rumbai, Pekanbaru. Sebanyak 8 tiang tower listrik yang merupakan objek vital negara itu mengalami pengrusakan akibat besi siku pada bagian bawah tower dicuri orang tak bertanggung jawab. Pelaku mengambil besi siku penyangga tiang dengan cara memukul dan merusaknya hingga terlepas dari tiang penyangga.

Manajer PLN UPT Pekanbaru, Aris Sofyan saat dihubungi menyatakan risiko terburuk dari aksi pencurian tersebut ambruknya tower yang mengancam pasokan listrik di Riau.

"Tentu saja risiko terburuknya adalah tower bisa ambruk. Akibatnya pasokan listrik di Pekanbaru dan Riau secara umum akan terganggu. Ini memang sangat berisiko sekali," terang Aris Sofyan

Informasi yang dirangkum RiauBisa.com, pencurian besi siku tower PLN terjadi di 8 tiang tower listrik di kawasan Muara Fajar, Rumbai. Pelakunya membobol besi siku dalam jumlah berbeda dari tiap tower. Total besi siku yang dicuri mencapai 87 batang di 8 tiang tower tersebut. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Rumbai pada 8 September lalu. 


Pencuri Baterai Tower Telkomsel Ditangkap

Kapolsek Rumbai AKP Linter Sihaloho menyatakan kalau pihaknya juga sedang mengembangkan kasus pencurian baterai tower Telkomsel yang terjadi di wilayah hukum Rumbai. Meski belum dapat memastikan keterkaitan kedua kasus pencurian ini, namun penyidik sedang mendalaminya.

Dalam kasus pencurian baterai tower ini, Polsek Rumbai sudah mengamankan 1 orang tersangka inisial AB. AB adalah aktor operasional lapangan kejahatan tersebut. Sementara dua orang lagi yakni P dan U sedang diburu dan berstatus daftar pencarian orang (DPO).

 

P merupakan aktor utama pencurian dan diduga juga merupakan penampung baterai tower yang dicuri. P juga adalah residivis kasus pencurian yang kerap menargetkan tower-tower di Rumbai.

"P adalah residivis kasus pencurian spesialis tower. Sedang kita buru dan mudah-mudahan segera ditangkap," kata Linter.

Soal hubungan tersangka DPO  inisial P dengan kejahatan pencurian besi tower PLN, Linter belum dapat memastikan keterkaitannya.

"Itu sedang kita dalami. Makanya, kita berusaha menangkapnya untuk dikorek keterangan lebih lanjut. Tim masih bekerja," terang Linter.


Besi Tower PLN yang Hilang Sudah Diganti

Kapolsek Rumbai Linter Sihaloho menyatakan telah mengambil keterangan dari Supra, pegawai perusahaan vendor alih daya PLN. Pemeriksaan dilakukan, Minggu (10/10/2021) malam kemarin. 

Menurut Linter, besi siku penyangga tower PLN yang hilang dicuri langsung diganti oleh PLN. Polsek juga sempat mempertanyakan bagaimana pengawasan terhadap tower tersebut dilakukan. Dari keterangan Supra, bahwa setiap 30 tiang tower diawasi oleh 1 orang petugas ground patrol.

Polsek Rumbai juga akan meningkatkan patroli keamanan di tower-tower PLN tersebut.

"Agar pencurian ini tidak terjadi lagi. Tapi, target pelakunya akan kita ungkap segera," tegas Linter. (*)