Vaksinasi di Universitas Muhammadiyah Riau Banyak Gagal, NIK Belum Terdaftar Secara Online

VAKSINASI - Mabes Polri berkolaborasi dengan organisasi mahasiswa Cipayung Plus, membagikan sebanyak 1500 paket sembako beras dan 4000 dosis vaksin didistribusikan kepada peserta vaksinasi yang berasal dari masyarakat umum dan mahasiswa | Ist

Riaubisa.com, Pekanbaru - Kegiatan vaksinasi merdeka yang diselenggarakan pada 22-23 September 2021 di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kemarin, banyak menuai catatan dan persoalan. Salah satunya adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Saya berharap ada sosialisasi yang masif terkait masalah NIK dari pemerintah. Banyaknya peserta yang gagal vaksin karena NIK belum terdaftar secara online," kata Ketua Panitia Pelaksana Kampus, Jayus, kepada riaubisa.com, Jum'at (24/09/2021).

Untuk diketahui, Mabes Polri berkolaborasi dengan organisasi mahasiswa Cipayung Plus, membagikan sebanyak 1500 paket sembako beras dan 4000 dosis vaksin didistribusikan kepada peserta vaksinasi yang berasal dari masyarakat umum dan mahasiswa.

"Ini adalah bentuk keseriusan mabes polri dalam menyukseskan vaksinasi guna percepatan pembentukan Herd Immunity di seluruh penjuru tanah air," kata Koordinator Mahasiswa Cipayung Plus, Hermanto Romora.

Sementara itu, Rektor UMRI, Mubarak, mengatakan, gerakan vaksinasi merdeka ini merupakan upaya percepatan pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka dan tentu saja membantu pemerintah menyukseskan vaksinasi di seluruh Indonesia.

"Saya secara khusus berterimakasih kepada Mabes Polri karena mempercayakan cipayung plus Riau dan Universitas Muhammadiyah Riau serta Pemuda Muhammadiyah Riau salam menyelenggarakan kegiatan vaksinasi ini, kami siap berkolaborasi dalam program-program lain," ucap Mubarak.