Panitia Pengarah Bungkam, Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Riau Gagal Pilih Pengurus Baru

Kantor sekretariat Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Riau disegel oleh sejumlah mahasiswa, Jumat (17/9/2021). Foto: Istimewa

RiauBisa.com, Pekanbaru - Panitia pemilihan ketua dan pengurus baru Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Riau gagal memilih kepengurusan baru periode 2021-2021. Hal tersebut disebabkan aksi protes kelompok mahasiswa yang berujung pada penyegelan sekretariat DPM pada Jumat (17/9/2021) subuh kemarin.

"Belum dilakukan pemilihan pengurus baru. Tak jadi digelar untuk waktu yang tidak ditentukan," kata Ones, mahasiswa yang ikut dalam protes atas tuduhan intervensi panitia pengarah (SC) dalam pemilihan kepengurusan DPM Universitas Riau yang baru, Sabtu (18/9/2021).

Sementara itu, saat ini kantor sekretariat DPM Universitas Riau sudah kembali dibuka. Kayu yang dipaku melintang di pintu dan sejumlah spanduk sudah dilepas. 

Diberitakan kemarin, kantor sekretariat Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Riau disegel oleh sejumlah mahasiswa. Aksi penyegelan sebagai bentuk protes keras karena panitia sterring committe (SC) pemilihan ketua dan pengurus DPM periode 2021-202 dituding berpihak. Sejumlah dedengkot SC dituduh mengondisikan susunan dan fungsionaris kepengurusan, sebelum sidang umum mahasiswa digelar.

"Kami akan lakukan perlawanan karena mereka telah menjadi pengkhianat demokrasi. Di luar mereka berlagak sebagai pejuang demokrasi, tapi nyatanya perilaku mereka merusak demokrasi. Ini munafik namanya," tegas mahasiswa tersebut.

Seharusnya kemarin, Jumat (17/9/2021) akan digelar sidang umum mahasiswa Universitas Riau yang dihadiri oleh utusan setiap fakultas. Agendanya pemilihan kepengurusan baru DPM Universitas Riau. Namun, akibat kisruh dan protes, panitia tidak bisa menggelar sidang umum yang berlangsung di gedung Rektorat Universitas Riau.

 

RiauBisa.com telah mengonfirmasi lewat panggilan telepon dan pesan Whatsapp kepada tiga panitia pengarah inti sekaligus ketua, sekretaris dan bendahara DPM Universitas Riau periode 2020-2021. Namun, ketiganya tidak membalas pesan konfirmasi yang dilayangkan RiauBisa.com. Panggilan telepon pun tidak diangkat. Ketiga mahasiswa tersebut yakni Panusunan Siregar, Siti Saodah dan Nurahmi Lulasari.


Susunan Pengurus Dikondisikan

Salah seorang mahasiswa yang protes  menjelaskan tindakan keberpihakan SC terpantau oleh mahasiswa lewat pembicaraan dalam sebuah grup Whatsapp. Grup tersebut diduga dibuat sebagai kanal komunikasi karena sejak Rabu (15/9/2021) lalu, sedang dilaksanakan sidang umum untuk pemilihan ketua dan pengurus DPM Universitas Riau periode 2021-2022. 

RiauBisa.com memperoleh hasil screenshoot pembicaraan grup WA yang diberi nama "Kawan Berjuang". Dalam tangkapan layar tersebut tertera rencana susunan kepengurusan DPM Unri periode 2021-2022, lengkap dengan fungsionaris pengurus.

Menurut mahasiswa yang memprotes, penyusunan pengurus tersebut secara gelap dilakukan dan dikondisikan oleh SC. Bahkan, SC disebut sebagai inisiator dan penggerak utamanya. Inilah yang menjadi pangkal protes mahasiswa karena sebelum sidang dimulai, skenario kepengurusan sudah disusun terlebih dahulu.

     

    "Pengondisian susunan kepengurusan DPM Universitas Riau ini sebagai bentuk penggembosan dan pengkhianatan demokrasi mahasiswa. Ini tidak boleh terjadi," kata mahasiswa tersebut. 


    Ada Istilah 'Ammah' dan 'Syuro Teknis'

      Tudingan tersebut bersumber dari tersebarnya screenshoot (tangkapan layar) pembicaraan sebuah grup WA dengan nama "Kawan Berjuang". Dalam tangkapan layar tersebut tercantum susunan nama pengurus DPM periode 2021-2022.

      Ada yang menarik sekaligus janggal dengan isi pembicaraan dalam tangkapan layar grup WA tersebut. Misalnya adanya penggunaan istilah "ammah" dan "syuro teknis" yang posting oleh anggota grup. Penggunaan istilah tersebut dinilai tak lazim oleh mahasiswa yang protes karena cenderung bersifat SARA. 

      "Padahal, organisasi mahasiswa kampus adalah forum demokrasi yang bebas dari simbol-simbol identitas tertentu. Ini forum demokrasi kebangsaan dan NKRI yang plural," kata seorang mahasiswa yang protes kepada RiauBisa.com, Jumat siang.

        RiauBisa.com menerima sejumlah tangkapan layar pembicaraan grup WA "Kawan Berjuang" tersebut. Salah satunya yakni pemberian tanda dalam bentuk bulatan kecil yang diberikan warna berbeda. 

        Ada nama calon pengurus yang diberi warna hijau, kuning dan merah. Pemberian simbol bulatan kecil berwarna hijau diberi keterangan sebagai kader. Warna kuning diberi keterangan sebagai "ammah" dan bulatan kecil merah diberi keterangan "rival". Tidak diketahui secara pasti penyematan simbol dan istilah-istilah tersebut.

         

          Pada postingan lain juga terlihat adanya undangan pemberitahuan dari seorang anggota grup. Dalam undangan pemberitahuan itu memuat kata dengan istilah "syuro teknis".

          "Ini grup kita untuk berkomunikasi selama sidang umum. Tolong dijaga kerahasiaan pembahasan di grup ini. Insyallah besok pagi kita akan mengadakan syuro teknis. Silahkan dikosongkan waktunya," demikian potongan pemberitahuan yang diposting pemilik nomor WA 082391xxxxxx. 


            Rektor Universitas Riau Minta Penjelasan Wakil Rektor 3

            Apa kata Rektor Universitas Riau, Prof Dr Aras Mulyadi terkait gejolak internal mahasiswa tersebut?

            Menjawab pesan Whatsapp yang dilayangkan RiauBisa.com, Prof Aras menyatakan ia akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Wakil Rektor 3 Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Dr Iwantono.

              "Nanti saya akan kordinasikan dengan Wakil Rektor 3. Terimakasih informasinya," terang Prof Aras singkat.

              Sementara itu, Wakil Rektor 3 Universitas Riau, Prof Dr Iwantono mengakui sudah mengecek peristiwa penyegelan sekretariat DPM Universitas Riau. Namun saat ditanya lewat Whatsapp apa langkah-langkah yang akan dilakukan pihak rektorat, Prof Iwantono tidak memberikan jawaban. (*)