Respon Rektor Aras Mulyadi Soal Kantor Dewan Mahasiswa Universitas Riau yang Disegel
Kantor sekretariat Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Riau, Jumat (17/9/2021) subuh tadi disegel . Foto: Istimewa
RiauBisa.com, Pekanbaru - Kantor sekretariat Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Riau, Jumat (17/9/2021) subuh tadi disegel oleh sejumlah mahasiswa. Aksi penyegelan sebagai bentuk protes keras karena panitia sterring committe (SC) pemilihan ketua dan pengurus DPM periode 2021-202 dituding berpihak. Sejumlah dedengkot SC juga dituduh mengondisikan susunan dan fungsionaris kepengurusan, sebelum sidang umum mahasiswa digelar.
Apa kata Rektor Universitas Riau, Prof Dr Aras Mulyadi terkait gejolak internal mahasiswa tersebut?
Menjawab pesan Whatsapp yang dilayangkan RiauBisa.com, Prof Aras menyatakan ia akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Wakil Rektor 3 Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Dr Iwantono.
"Nanti saya akan kordinasikan dengan Wakil Rektor 3. Terimakasih informasinya," terang Prof Aras singkat.
Sementara itu, Wakil Rektor 3 Universitas Riau, Prof Dr Iwantono mengakui sudah mengecek peristiwa penyegelan sekretariat DPM Universitas Riau. Namun saat ditanya lewat Whatsapp apa langkah-langkah yang akan dilakukan pihak rektorat, Prof Iwantono tidak memberikan jawaban.
Diwartakan sebelumnya, penyegelan kantor DPM Universitas Riau dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dengan pemasangan palang di pintu masuk kantor DPM Universitas Riau yang berada di kompleks stadion mini kampus UR. Dalam sebuah video amatir yang diperoleh RiauBisa.com, sejumlah mahasiswa mematok kayu dan pintu ruangan, setelah sebelumnya berhasil memasuki gedung tersebut.
"Kami akan lakukan perlawanan karena mereka telah menjadi pengkhianat demokrasi. Di luar mereka berlagak sebagai pejuang demokrasi, tapi nyatanya perilaku mereka merusak demokrasi. Ini munafik namanya," tegas mahasiswa tersebut.
Ia menjelaskan tindakan keberpihakan SC terpantau oleh mahasiswa lewat pembicaraan dalam sebuah grup Whatsapp. Grup tersebut diduga dibuat sebagai kanal komunikasi karena sejak Rabu (15/9/2021) lalu, sedang dilaksanakan sidang umum untuk pemilihan ketua dan pengurus DPM Universitas Riau periode 2021-2022.
Hari ini dijadwalkan akan digelar pemilihan pengurus, setelah dua hari sebelumnya dilaksanakan kegiatan pembukaan yang berlangsung secara offline. Lokasi rapat hari ini menggunakan sistem hybrid (campuran online dan offline) yang dilaksanakan di gedung Rektorat Universitas Riau.
RiauBisa.com memperoleh hasil screenshoot pembicaraan grup WA yang diberi nama "Kawan Berjuang". Dalam tangkapan layar tersebut tertera rencana susunan kepengurusan DPM Unri periode 2021-2022, lengkap dengan fungsionaris pengurus.
Dilaporkan kalau grup WA tersebut diiniasi oleh Ketua SC berinisial PS, dan dua anggota SC dengan inisial SS serta NL. RiauBisa.com belum bisa mengonfirmasi ketiga mahasiswa tersebut.
Menurut mahasiswa yang memprotes, penyusunan pengurus tersebut secara gelap dilakukan dan dikondisikan oleh SC. Bahkan, SC disebut sebagai inisiator dan penggerak utamanya. Inilah yang menjadi pangkal protes mahasiswa karena sebelum sidang dimulai, skenario kepengurusan sudah disusun terlebih dahulu.
"Pengondisian susunan kepengurusan DPM Universitas Riau ini sebagai bentuk penggembosan dan pengkhianatan demokrasi mahasiswa. Ini tidak boleh terjadi," kata mahasiswa tersebut.
Ada Istilah 'Ammah' dan 'Syuro Teknis'
Tudingan tersebut bersumber dari tersebarnya screenshoot (tangkapan layar) pembicaraan sebuah grup WA dengan nama "Kawan Berjuang". Dalam tangkapan layar tersebut tercantum susunan nama pengurus DPM periode 2021-2022.
Ada yang menarik sekaligus janggal dengan isi pembicaraan dalam tangkapan layar grup WA tersebut. Misalnya adanya penggunaan istilah 'ammah' dan 'syuro teknis' yang posting oleh anggota grup WA. Penggunaan istilah tersebut dinilai tak lazim oleh mahasiswa yang protes karena cenderung bersifat SARA.
"Padahal, organisasi mahasiswa kampus adalah forum demokrasi yang bebas dari simbol-simbol identitas tertentu. Ini forum demokrasi kebangsaan dan NKRI yang plural," kata seorang mahasiswa yang protes kepada RiauBisa.com, Jumat siang.
RiauBisa.com menerima sejumlah tangkapan layar pembicaraan grup WA "Kawan Berjuang" tersebut. Salah satunya yakni pemberian tanda dalam bentuk bulatan kecil yang diberikan warna berbeda.
Ada nama calon pengurus yang diberi warna hijau, kuning dan merah. Pemberian simbol bulatan kecil berwarna hijau diberi keterangan sebagai kader. Warna kuning diberi keterangan sebagai 'ammah' dan bulatan kecil merah diberi keterangan 'rival'. Tidak diketahui secara pasti penyematan simbol dan istilah-istilah tersebut.
Pada postingan lain juga terlihat adanya undangan pemberitahuan dari seorang anggota grup. Dalam undangan pemberitahuan itu memuat kata dengan istilah 'syuro teknis'.
"Ini grup kita untuk berkomunikasi selama sidang umum. Tolong dijaga kerahasiaan pembahasan di grup ini. Insyallah besok pagi kita akan mengadakan syuro teknis. Silahkan dikosongkan waktunya," demikian potongan pemberitahuan yang diposting pemilik nomor WA 082391xxxxxx. (*)






