BBKSDA Riau Pasang Umpan Kambing di Lokasi Pemuda yang Diduga Diterkam Harimau di Teluk Lanus Siak

Foto Ilustrasi

Riaubisa.com, Siak -Tim Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terus melakukan pemantauan di kawasan perkebunan PT Sawit Unisraya, Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak tepatnya di sekitar lokasi seorang remaja yang diduga tewas akibat diterkam Harimau Sumatera.


Kesimpulan sementara, korban memang tewas akibat diterkam harimau. Hal ini jika melihat beberapa fakta di lapangan yang berhasil didapatkan tim.


Saat ini sudah ada camera trap (kamera perangkap) dan 2 buah box trap (kandang perangkap) yang dipasang di sekitar lokasi kejadian.


Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Mahfud memaparkan, setelah melakukan pemantauan beberapa hari ini di lokasi, tim belum menemukan adanya tanda-tanda kemunculan harimau.


"Teman-teman masih di sana melakukan pemantauan. Mulai dari 2 kandang perangkap yang dipasang, dan camera trap yang sudah dipasang di sana, jadi belum didapatkan hasil ada Harimau Sumatera yang mendekat," ucap Mahfud, Sabtu (4/9/2021) dilansir tribunpekanbaru


Diuraikan Mahfud, pemasangan box trap dilakukan didekat lokasi ditemukan mayat korban dan pondok, yang sebelumnya sempat didapati ada jejak kaki milik satwa buas tersebut.


"(Box trap) sudah diisi umpan, ada kambing. Tapi hingga siang tadi update laporan belum ada (kemunculan harimau)," sebutnya.


Untuk diketahui, kepala korban yang sempat hilang, berhasil ditemukan, tidak jauh dari jasad korban berada. Jaraknya sekitar puluhan meter.

 

Petugas di lapangan juga berhasil menemukan jejak kaki harimau. Jejak kaki satwa dilindungi itu ditemukan di sekitar pondok di lokasi perkebunan.


Dalam wawancara sebelumnya Mahfud mengungkapkan, ada kebiasaan berbeda dalam kasus manusia diduga tewas dimangsa Si Kucing Belang Raksasa' kali ini.


Dimana korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Kepala dan kemaluannya putus.


"Selama kejadian yang saya ikuti, pernah kejadian juga di Bengkulu sebelum saya tugas ke sini. Dari beberapa korban itu harimau lebih senang mengonsumsi betis, paha, dan bokong atau lengan, jadi ada dagingnya," kata Mahfud, Selasa (31/8/2021) kemarin.


Dikatakan Mahfud, lokasi kejadian memang masuk wilayah kantong harimau.


"Itu habitatnya (harimau), masuk Lanskap Sinepis. Dulu di Teluk Lanus juga pernah ada kejadian Harimau makan kambing yang dipelihara karyawan, itu dalam kebun," ucapnya.