Sungguh Mulia, Dosen Unilak Sisihkan Uang Sertifikasi untuk Beasiswa 36 Mahasiswa

Penyerahan simbolis Beasiswa Cendikia Universitas Lancang Kuning, Senin (30/8/2021). Foto: Humas Unilak

RiauBisa.com, Pekanbaru - Tindakan mulia dicontohkan oleh dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak), Pekanbaru. Mereka menyisihkan uang sertifikasi dosen yang diterima untuk disalurkan dalam bentuk beasiswa kepada mahasiswanya sendiri.

Penyerahan dana yang disebut dengan program Beasiswa Cendikia ini digelar di gedung Rektorat Unilak, Senin (30/8/2021) kemarin. Ada sebanyak 36 mahasiswa yang mendapat bantuan beasiswa masing-masing senilai Rp 2 juta.

Bendahara pengelola Beasiswa Cendikia Unilak, Dr Wita Dwika Listihana menjelaskan, para dosen bergotong royong untuk membantu para mahasiswa yang membutuhkan dana pendidikannya di Unilak. Program ini sudah berlangsung sebanyak enam kali dengan jumlah sasaran mahasiswa yang terus meningkat. Tercatat sudah 170 mahasiswa dan 9 fakultas di Unilak sebagai penerima program ini.

Sekretaris Beasiswa Cendikia, Ambar Tri Ratnaningsih, SHut, M.Si menyebutkan semakin banyak dosen Unilak yang lulus sertifikasi dosen maka akan semakin banyak dana yang akan diberikan dalam bentuk beasiswa. Saat ini ada 101 dosen Unilak yang sudah menerima dana sertifikasi dosen dari pemerintah.

"Kami yakin dosen Unilak akan semakin banyak turut serta bergotong-royong menyisihkan gajinya. Kami akan melakukan update data dosen yang lulus sertifikasi dosen," ujarnya.

Hadir dalam penyerahan simbolis beasiswa tersebut Rektor Unilak Dr. Junaidi M.Hum, Wakil Rektor II Hardi SE, MM dan Kepala Biro Administarsi Umum Rektorat Unilak, Jufrinta SH.

Rektor Unilak Dr. Junaidi M.Hum menyatakan Beasiswa Cendikia didasarkan keiklasan, bukan keterpaksaan. Uang yang dikumpulkan setiap bulan diberikan kepada mahasiswa yang memerlukan, kurang mampu untuk meringankan beban mahasiswa.

 

 

"Bahwa tidak semua kampus membuat program beasiswa yang berasal dari gaji dosen, ini adalah program kemanusiaan. Semoga ini berkah, saya minta adik-adik mahasiswa dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu. Semester 8 dan 9 harus sudah selesai kuliah, semakin lama tamat maka akan banyak mempengaruhi keuangan," kata Junaidi.

Dr Junaidi berpesan agar dana beasiswa bisa digunakan untuk kuliah, kebutuhan tugas akhir dan pembelian buku. 

"Masa Covid-19 mempengaruhi penghasilan orang tua. Mudah-mudahan ini dapat digunakan, semoga dana yang kami kelola bermanfaat bagi anak-anak untuk menuntut ilmu, agar tidak tertunda kuliah," tambahnya.

Gia Ari Safitri, salah satu penerima Beasiswa Cendikia tampak terharu menerima beasiswa tersebut. Ia tidak mengetahui bahwa sumber beasiswa berasal dari gaji dosen yang disisihkan. 

"Saya gak menyangka dana beasiswa yang saya peroleh ini dari dosen saya sendiri. Uang gaji yang disisihkan. Ini mulia sekali. Bapak saya sudah meninggal dunia. Semoga Allah SWT dapat membalasnya dan Unilak terus maju," kata Gia. (*)