Alat Berat Hantam Rumah Warga di Kelurahan Bambu Kuning Pekanbaru
TABRAK - Sebuah alat berat milik PT Adhi Karya menabrak dan merusak 2 unit rumah warga yang ada di Jalan Tuah Bersama Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Jum'at (22/08/2021) sekitar pukul 22.30 Wib | Tangkapan Layar
Riaubisa.com, Pekanbaru - Sebuah alat berat milik PT Adhi Karya menabrak dan merusak 2 unit rumah warga yang ada di Jalan Tuah Bersama Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Jum'at (22/08/2021) sekitar pukul 22.30 Wib.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, pemilik rumah mengalami kerugian dalam peristiwa insiden human error di daerah pemukiman warga itu. Dilaporkan, 1 unit bangunan mengalami kerusakan di bagian depan serta 1 unit pagar rumah rusak parah.
Pemilik alat berat bersama 2 orang warga yang mengalami dampak kerugian yakni rumah milik Sofyan Koto dan Rudi Hartono, membuat kesepakatan dalam perjanjian secarik kertas yang dibubuhi materai Rp 10 ribu dengan saksi RT 01 RW 12 Yusri, yang intinya pihak perusahaan berjanji akan mengganti seluruh kerugian atas insiden yang terjadi.
Humas KSO Jaya Konstruksi - PT Adhi Karya Persero Tbk, Dodi Sugiarto, kepada riaubisa.com, saat dikonfirmasi Minggu (29/08/2021) membenarkan adanya perjanjian dalam ganti rugi kerusakan yang ditimbulkan tersebut.
"Kejadian itu terjadi malam menjelang dini hari, atas permintaan beberapa warga dan pemilik rumah, warga minta dibuat surat perjanjian, saya mewakili perusahaan menandatangani itu," kata Dodi.
Dia menceritakan, insiden tabrakan alat berat yang merusak rumah warga ini murni kecelakaan yang tidak disengaja. Ini terjadi karena lokasi proyek berada di medan yang sulit di pemukiman warga.
"Crane ini punya kita, tapi dipakai oleh rekanan kita untuk pekerjaan, cuma pada intinya penyewa crane dan kita sebagai perusahaan siap melakukan ganti rugi," ucap Dodi.
Saat kejadian alat berat masih berada di lokasi selama 2 hari. Pihaknya mengaku sudah melakukan evakuasi terhadap alat berat namun terkendala oleh alat yang belum memadai.
"Crane itu sebenarnya sudah kita evakuasi namun kekurangan alat dongkrak, makanya dijemput kembali dongkrak yang lebih besar," ulasnya.






