Biadab! Oknum Kiai di Pondok Pesantren Kuansing Diduga Cabuli 5 Santriawati Bahkan Sampai Melahirkan
Suasana Pondok Pesantren Nurul Tauhid, di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) | Foto : Dokumentasi Pondok Pesantren Nurul Tauhid
RiauBISA.com, Teluk Kuantan - Oknum Kiai yang mengajar di Pondok Pesantren Nurul Tauhid, di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) berinisial I, diduga mencabuli 5 orang santriwati.
Kasus ini mencuat setelah santriwati berinisial AF (23) melahirkan di kamar pondok pesantren beberapa waktu yang lalu. AF kemudian dibawa ke klinik karena plasenta masih tertinggal di rahim.
Awalnya AF enggan mengungkap siapa ayah dari bayi tersebut. Namun setelah didesak, korban mengaku pelakunya adalah oknum kiai berinisial I.
"Kami bersama warga lain memanggil kiai I tadi malam di rumah salah satu korban. Korbannya yang ini (AF) sudah menikah. Malam itu ia (kiai I) mengaku ada 5 korban," ujar salah seorang warga EM, kepada RiauBISA.com, Rabu (8/7/2026)
Kabar AF melahirkan anak dari oknum kiai berinisial I itu membuat warga geram dan ingin mengusut masalah ini agar tidak ada korban berikutnya.
Awalnya, kemarahan warga ini muncul karena dugaan pelecehan itu, hanya menjadi pembicaraan tertutup. Warga dan keluarga korban disebut memilih diam karena pengaruh kuat oknum kiai I yang dikenal sebagai tokoh agama.
Hingga dalam perjalanannya, persoalan tersebut kemudian diselesaikan secara kekeluargaan. Penyelesaian damai itu, membuat membuat kekuarga korban tertekan dan kasus tidak berlanjut ke proses hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Kuansing. RIauBISA.com juga berupaya mengonfirmasi oknum kiai I, namun nomor kontaknya tidak aktif. Nomor ayah AF berinisial B juga tidak dapat dihubungi. Kabar yang beredar, oknum kiai I ini telah diamankan di Polres Kuansing.
Pengakuan oknum kiai I juga memunculkan fakta bahwa pencabulan itu diduga terjadi dalam kurun beberapa tahun.
Sejumlah sumber menyebut, salah satu korban diduga mengalami pelecehan sejak masih duduk di bangku SMP. Namun dugaan itu tidak pernah dilaporkan ke aparat. (*)






