Cuaca Riau Cenderung Cerah, BMKG Deteksi 10 Hotspot di Kampar, Pelalawan dan Siak

RiauBISA.com, Pekanbaru - Kondisi cuaca di Provinsi Riau pada Kamis (18/6/2026) diprakirakan relatif kondusif dengan dominasi cuaca cerah hingga berawan di sebagian besar wilayah. Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi terjadi pada malam hingga dini hari di beberapa daerah.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S., menjelaskan pada pagi hari cuaca di Riau umumnya berada dalam kondisi udara kabur hingga cerah berawan.

Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan cerah hingga berawan. Sementara pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar.

Adapun pada dini hari, kondisi udara kabur hingga cerah berawan masih mendominasi. Hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kota Pekanbaru. BMKG juga menyatakan tidak terdapat peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Riau pada hari ini.

“Peringatan dini nihil,” kata Forecaster BMKG Pekanbaru, Gita Dewi.S dalam laporan prakiraan cuaca hari ini.

Secara umum, suhu udara di Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

"Sementara itu, kondisi perairan di wilayah Riau juga relatif aman. Tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah," jelasnya.

Di sisi lain, BMKG mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera berdasarkan pembaruan pukul 16.00 WIB mencapai 108 titik. Sebaran terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 60 titik, disusul Jambi 23 titik, Bangka Belitung 7 titik, Sumatera Barat 6 titik dan Bengkulu 2 titik.

"Untuk Provinsi Riau, terdeteksi sebanyak 10 hotspot yang tersebar di tiga kabupaten. Kabupaten Pelalawan dan Siak menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, masing-masing 4 titik. Sementara Kabupaten Kampar tercatat sebanyak 2 titik panas," jelasnya.

Dengan masih terdeteksinya hotspot di sejumlah wilayah, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan meskipun kondisi cuaca secara umum masih cukup kondusif.(*)