Kue Talam Ketan Durian Diproyeksikan Jadi Ikon Kuliner Pekanbaru

RiauBISA.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru semakin serius membangun identitas kuliner daerah. Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan adalah menjadikan kue talam ketan durian sebagai sajian penyambutan khas atau welcome food bagi tamu yang datang ke ibu kota Provinsi Riau tersebut.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Pekanbaru, serta pelaku usaha oleh-oleh terbesar di Riau. Penandatanganan yang berlangsung di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya itu disaksikan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar.

Melalui kolaborasi tersebut, kue talam ketan durian akan diperkenalkan secara lebih luas sebagai produk unggulan UMKM sekaligus simbol keramahan Kota Pekanbaru. Nantinya, sajian tradisional ini akan hadir dalam berbagai kesempatan resmi, mulai dari lingkungan pemerintahan, hotel-hotel, hingga bandara.

"Ini merupakan bagian dari upaya mengangkat produk UMKM lokal sekaligus memperkenalkan identitas kuliner Kota Pekanbaru," ujar Agung.

Menurutnya, selama ini Pekanbaru belum memiliki kuliner khas yang benar-benar melekat sebagai ikon kota. Karena itu, kue talam ketan durian dipilih untuk dipromosikan secara masif karena dinilai memiliki cita rasa unik dan berpotensi menjadi oleh-oleh unggulan daerah.

Pemerintah kota optimistis produk tersebut dapat mengikuti jejak sejumlah merek oleh-oleh lokal yang sukses berkembang dan dikenal luas masyarakat. Kehadiran kue talam ketan durian diharapkan tidak hanya memperkuat identitas kuliner daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM.

Tak berhenti di tingkat lokal, Pemko Pekanbaru juga berupaya membawa kuliner khas daerah ke panggung internasional. Salah satunya dengan mengajukan proposal kepada Michelin Guide, lembaga yang dikenal sebagai rujukan dunia dalam penilaian destinasi dan produk kuliner.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Pekanbaru kepada wisatawan mancanegara.

Menariknya, kekhawatiran sebagian pihak terkait aroma durian yang terlalu kuat ternyata tidak terbukti. Berbagai uji coba menunjukkan kue talam ketan durian tetap menghadirkan cita rasa khas durian tanpa aroma yang menyengat, sehingga dapat diterima oleh berbagai kalangan.

Respons positif juga datang dari sejumlah tamu penting yang pernah mencicipinya. Saat kunjungan istri Wakil Presiden RI dan anggota Seruni Kabinet Merah Putih ke Pekanbaru beberapa waktu lalu, sajian tersebut mendapat apresiasi tinggi bahkan menjadi buah tangan yang diminati para tamu.

Ke depan, promosi produk UMKM juga akan diperkuat melalui sektor perhotelan. Pemerintah Kota Pekanbaru mendorong setiap hotel menyediakan pojok khusus Dekranasda yang menampilkan beragam produk unggulan UMKM lokal sehingga lebih mudah dikenal wisatawan.

Sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru, pemerintah juga akan menggelar Festival Kue Talam Ketan Durian Terpanjang di Dunia yang dijadwalkan berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman pada 21 Juni 2026 mendatang.

Festival tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan UMKM untuk mengangkat kue talam ketan durian sebagai identitas kuliner baru Kota Pekanbaru. Jika upaya ini berhasil, bukan tidak mungkin kue tradisional berbahan ketan dan durian tersebut akan menjadi salah satu ikon yang pertama kali diingat wisatawan saat menyebut nama Pekanbaru. (*)