Pendiri Yayasan Tunas Bangsa Sir Harry, Rindu Suasana Sekolah

Pendiri Yayasan Sekolah Tunas Bangsa, Sir Harry | Dok : Istimewa

Riaubisa.com, Pekanbaru - Pendiri yayasan Tunas Bangsa, Sir Harry, memuji Susanto dalam mengelola dan menjalankan operasional sekolah tunas bangsa.

Menurutnya, prosedur dan manajemen telah dijalankan dengan baik. Selama pandemi COVID-19 melanda Indonesia, dia melihat banyak perubahan yang terjadi dalam yayasan yang didirikannya tersebut.

"Saya tidak salah memilih kawan dalam mengelola Sekolah Tunas Bangsa. Saya yakin pak Susanto mampu bekerja dengan baik dalam memajukan Sekolah Tunas Bangsa," kata Sir Harry, Selasa (03/07/2021).

Sebelumnya, Ketua Yayasan Tunas Bangsa dikendalikan dibawah komando Rentina Manurung. Per 16 Juli 2021 diganti oleh Hendra Saputra. Seiring berjalannya waktu, kepengurusan berganti dan Sir Harry mempercayakan Susanto sebagai komando Yayasan Tunas Bangsa.

    Saat meninjau sekolah tunas bangsa, dia juga melihat perubahan dari segi infrastruktur. Semua ruangan katanya, dimodifikasi dan dipasang wallpaper oleh pengurus yayasan yang baru. Termasuk meja belajar yang telah dicat ulang serta tempat bermain dan ruangan lainnya. "Semua terlihat bersih dan tertata rapi," singkatnya.

    Saat pandemi melanda, Sir Harry menyempatkan diri datang ke yayasan tunas bangsa yang berada di Jalan Lokomotif, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Riau.

    Dia menyempatkan diri untuk hadir dan bertatap muka dengan para guru dan pegawai sekolah di tahun ajaran baru.

      "Rindu suasana seperti dulu lagi, semoga COVID-19 cepat berlalu dan semua bisa kembali seperti sedia kala," kata Sir Harry saat berbincang dengan pengurus.

       

      Manajemen sekolah tidak melihat ada yang berubah dari Sir Harry. Sikapnya yang rendah hati dan selalu tersenyum, selalu dia tampilan apa adanya saat berkunjung ke Yayasan Tunas Bangsa.

        Kepada seluruh pegawai dan pengelola yayasan, dia bercerita jarang ditengah pandemi melanda dan memilih melakukan aktivitas dan kesibukan diluar daerah.

        "Saya ada kegiatan di Jakarta dan lebih banyak berdomisili di Jakarta. Sesekali ada datang ke sekolah, tetapi karena Covid-19, dan anak didik belajar online, jadi hanya bertemu guru dan staf sekolah saja," ucap Sir Harry.

        Sir Harry berharap semua pihak harus saling mendukung dalam kerjasama untuk kemajuan sekolah. Pergantian manajemen ini menurutnya adalah bentuk penyegaran ditubuh yayasan.

          "Bagi pihak yang diganti, sebaiknya menerima dengan lapang dada. Peralihan jabatan harus diartikan sebagai peralihan amanah. Perlu dipahami amanah dan kekuasaan itu berbeda, kalau jabatan dijalankan sebagai amanah, maka yang menjalankan akan melakukannya dengan penuh tanggung jawab," ulasnya.