Komisi III DPRD Riau Gelar Rapat Evaluasi dengan Biro Hukum dan Ekonomi
Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri SH MSi
RiauBISA.com, Pekanbaru - Untuk mengetahui proses seleksi pimpinan BUMD yang telah selesai dan yang sedang berjalan Komisi III DPRD Riau menggelar rapat evaluasi dengan Biro Hukum dan Biro Ekonomi di ruang Komisi III DPRD Riau, Senin (08/06/2026.
"Pertama, kita ingin tahu apakah seleksi ini sesuai dengan peraturan dan regulasi yang ada. Maka kita hadirkan Kabiro Hukum. Yang kedua juga kita ingin menanyakan tahapan-tahapannya seleksi tersebut mulai dari seleksi melalui Pansel dan juga melalui UPT Asesment melalui komputerisasi," ujar Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri SH MSi didampingi anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah.
Menurut penjelasan Pemprov ucap Edi, setiap peserta diwajibkan membuat makalah. Pasalnya, Pansel itu tugasnya hanya sampai ke tiga besar. Terkait hal ini Komisi III DPRD Riau akan mengukur sesuai dengan aspirasi yang pernah disampaikan bahwa BUMD adalah salah satu tulang punggung APBD dalam mendongkrak PAD kedepan supaya lebih baik.
Hal ini ucap politisi fraksi Gerindra itu, supaya bisa membangun dan memenuhi aspirasi masyarakat, bisa lebih baik. Edi pun menginginkan supaya yang dipilih betul-betul interpreneurship murni.
"Murni pengusaha, murni punya prestasi di dalam dunia usaha supaya BUMD kita bisa lebih baik. Namun dalam perjalanannya kita sudah melihat itu, tapi ukurannya nanti betul pengusaha atau tidak kami kan belum tahu sekarang," ucapnya.
Edi mengatakan, dalam visi misi mereka nanti ada bio datanya. Dari situ nantinya Komisi III DPRD Riau akan melihat betul apakah calon pimpinan BUMD ini pengusaha atau hasil dari asesmennya supaya betul-betul memenuhi kriteria. Disisi lain, Komisi III DPRD Riau akan memberikan target kepada pimpinan BUMD ke depan.
"Satu tahun pertama ini kira-kira apa yang bisa diselesaikan apakah menyelesaikan persoalan internal atau mungkin sudah ada bersifat kinerja yang bisa menghasilkan sesuatu," tukasnya.
Edi mencontohkan seperti PT. SPR, Riau Petrolium yang sudah terpilih, BRKS yang sedang berproses, dan PTPER yang sudah selesai.
"Kita undang nantinya kita ingin tinjau balik visi misi mereka dan juga memberikan dorongan supaya ini bukan hanya dengan visi misi di atas kertas atau di dalam sebuah representasi, tetapi juga nanti bahagian daripada kinerja yang diwujudkan ke depan. Nah, ini sama-sama kita nilai nanti," ujarnya.
Sementara saat ditanya bahwa ada salah satu calon pimpinan BUMD yang berasal dari salah satu partai, pihaknya nanti akan mengoreksi juga.
"Kalau sudah Panselnya tidak independen, sudah tidak didasarkan prinsip-prinsip ilmuwan, otomatis kan subjektivitasnya jauh lebih besar. Tetapi nanti bisa kita ukur juga melalui visi dan misi mereka. Apakah betul visi-misi yang baik yang dipilih gitu," pungkasnya. (fin)






