Dari Masa ke Masa, Tiang Tonggul Adat Jadi Simbol Marwah dan Jati Diri Melayu
RiauBISA.com, Pekanbaru - Di balik prosesi Tegak Tiang Tonggul Adat yang digelar Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), tersimpan sejarah panjang dan filosofi yang menjadi bagian penting dari perjalanan adat Melayu di Provinsi Riau.
Tradisi tersebut kembali dikenang dalam prosesi Tegak Tiang Tonggul Adat yang berlangsung di halaman Balai Adat LAMR, Sabtu (6/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-56 LAMR.
Sejak awal berdirinya LAMR, tiang tonggul telah menjadi simbol penting yang mencerminkan tekad para pendiri untuk menegakkan marwah adat dan budaya Melayu di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Dalam filosofi Melayu, tiang yang ditegakkan melambangkan keteguhan pendirian dan persatuan. Sementara tonggul yang berkibar menjadi penanda identitas, kehormatan, dan marwah yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat Melayu.
Seiring perjalanan waktu, prosesi Tegak Tiang Tonggul Adat tidak hanya menjadi bagian dari seremoni kelembagaan, tetapi berkembang menjadi simbol komitmen bersama dalam melestarikan adat istiadat Melayu.
Tradisi tersebut terus diwariskan dan dilaksanakan pada berbagai momentum penting sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para pendahulu.
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri Marjohan Yusuf, mengatakan bahwa Tegak Tiang Tonggul Adat memiliki keterkaitan erat dengan sejarah berdirinya LAMR sebagai wadah pemersatu masyarakat Melayu di Riau. Menurutnya, keberadaan tiang tonggul bukan sekadar atribut seremonial lembaga adat, melainkan lambang kedaulatan adat dan persatuan masyarakat Melayu.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam simbol tersebut tetap relevan untuk dijadikan pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
"Sejak awal berdirinya LAM Riau, tiang tonggul menjadi simbol bahwa adat Melayu tetap tegak dan menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat. Di situlah terkandung semangat untuk menjaga jati diri, memelihara persatuan, dan meneruskan amanah para pendahulu," ujarnya.
Melalui prosesi Tegak Tiang Tonggul Adat, pesan tentang pentingnya menjaga marwah, persatuan, dan identitas Melayu terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Riau di masa mendatang.(*)






