Wabup Rohil Tinjau Lapas Baru Tanah Putih, Apresiasi Fasilitas Pembinaan Warga Binaan
RiauBISA.com, Rohil – Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil), Jhony Charles, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA yang baru di Kecamatan Tanah Putih, Rabu (3/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan sarana dan fasilitas pembinaan bagi warga binaan.
Setibanya di lokasi, Jhony Charles disambut Kepala Lapas Kelas IIA Tanah Putih, Agus Imam Taufik, bersama unsur Forkopimcam, di antaranya Danramil Aswandi dan Kapolsek Kompol Yudi.
Dalam kesempatan itu, Kalapas Agus Imam Taufik memaparkan kondisi lapas yang berdiri di atas lahan seluas enam hektare. Lapas tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pembinaan, termasuk Balai Latihan Kerja (BLK) dengan sejumlah peralatan keterampilan yang memadai.
Selain itu, tersedia pula sarana ibadah berupa masjid dan gereja yang disiapkan untuk mendukung pembinaan mental dan spiritual warga binaan selama menjalani masa pemasyarakatan.
Meninjau berbagai fasilitas yang tersedia, Wakil Bupati Rohil memberikan apresiasi atas pengelolaan lapas yang dinilai tertib dan didukung sarana pembinaan yang lengkap.
Menurut Jhony Charles, keberadaan fasilitas tersebut menjadi modal penting dalam membentuk warga binaan agar memiliki keterampilan dan kesiapan kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa hukuman.
“Harapan kami, warga binaan yang nantinya kembali ke masyarakat dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan produktif,” ujarnya.
Ia juga mendorong warga binaan untuk memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Kerja secara optimal guna meningkatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal membuka usaha maupun memasuki dunia kerja setelah bebas.
Pada kesempatan itu, Jhony Charles turut menekankan pentingnya sinergi antara pihak Lapas, TNI, dan Polri dalam menjaga keamanan serta ketertiban, baik di lingkungan lapas maupun wilayah sekitarnya.
Keberadaan Lapas Kelas IIA Tanah Putih dengan berbagai fasilitas pembinaan yang tersedia diharapkan dapat mendukung proses rehabilitasi dan pemberdayaan warga binaan secara lebih efektif, sehingga mampu menciptakan sumber daya manusia yang lebih siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat. (*)






