Federasi Guru Sebut 2 Bulan Terakhir Korban Keracunan MBG Capai 4.755 Orang
RiauBISA.com, Jakarta – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat 4.755 korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam dua bulan pertama 2026, meningkat signifikan dibanding rata-rata korban per bulan sepanjang 2025.
Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, menyatakan pada Februari 2026 terdapat 1.920 korban, turun 32,2 persen dibanding Januari (2.835 orang). Meski angka menunjukkan penurunan, Retno menegaskan ini bukan indikasi program MBG aman, melainkan peringatan serius: "Rata-rata korban per bulan mencapai 2.377,5 orang. Jika tidak ada perbaikan menyeluruh, risiko keracunan akan terus berulang," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum FSGI, Fahriza Marta Tanjung, menyoroti tren kenaikan dibanding tahun 2025. Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), rata-rata korban MBG sepanjang 2025 hanya 1.667,7 orang per bulan. Artinya, angka rata-rata korban 2026 naik 42,56 persen dalam waktu lebih singkat.
Fahriza mengingatkan, program MBG menargetkan anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui – kelompok rentan yang seharusnya dilindungi.
"Program yang dibuat untuk meningkatkan gizi justru menimbulkan risiko kesehatan dalam jumlah besar. Hal ini menunjukkan ada masalah pengawasan, kualitas bahan makanan, kebersihan, atau distribusi," tegasnya.
FSGI menekankan perlunya evaluasi besar-besaran agar program MBG benar-benar bermanfaat tanpa membahayakan kesehatan penerima manfaat. (*)






