Gagal Menanjak, Truk Hantam Minibus di Simalungun, 3 Warga Riau Tewas
Polisi Satlantas Polres Simalungun melakukan olah TKP pasca kecelakaan lalu lintas di jalan alternatif KM 06-07 jurusan Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan, Dusun Talun Sungkit, Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (24/3/2026).(Dokumentasi: Polres Simalungun.)
RiauBISA.com, Simalungun - Kecelakaan tragis terjadi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (24/3/2026) siang. Sebuah truk yang gagal menanjak tiba-tiba mundur dan menabrak minibus di belakangnya, menewaskan tiga warga asal Riau.
Insiden berlangsung di jalur alternatif KM 06-07, ruas Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan. Berdasarkan hasil olah TKP Satlantas Polres Simalungun, kecelakaan bermula saat truk Mitsubishi Fuso yang dikemudikan AL (49) melaju perlahan di jalan menanjak.
Namun saat berada di tanjakan, truk diduga kehilangan kendali dan mundur ke belakang. Di saat bersamaan, sebuah minibus Toyota Kijang Super yang berada tepat di belakangnya tak sempat menghindar.
Akibat kecelakaan tersebut, sopir minibus S (61) serta dua penumpang remaja, J (16) dan YP (16), meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara tiga penumpang lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis. Pengemudi truk dilaporkan selamat tanpa luka.
Korban diketahui merupakan satu keluarga yang tengah dalam perjalanan liburan menuju kawasan Danau Toba. Perjalanan yang seharusnya menjadi momen kebersamaan berubah menjadi duka mendalam.
Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih di Kota Pematangsiantar, sementara korban luka dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan dan faktor jalan. Jalur yang dilalui diketahui merupakan jalan alternatif dengan kondisi menanjak, berkelok, serta arus lalu lintas sedang.
Keluarga korban berharap kasus ini ditangani secara serius dan pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan risiko berkendara di jalur ekstrem, terutama di kawasan wisata dengan kondisi jalan yang menantang. (*)






