Masjid Raya Senapelan Pekanbaru Hadirkan I'tikaf Nyaman, Jemaah Dapat Makananan Gratis

RiauBISA.com, Pekanbaru - Malam demi malam di penghujung Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Raya Senapelan Pekanbaru dipenuhi langkah kaki para mu’takif yang datang dengan satu tujuan yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ratusan jemaah larut dalam suasana ibadah yang khusyuk, seolah enggan beranjak dari tempat yang menghadirkan ketenangan batin.

Tak hanya suasana spiritual yang kuat, pengurus masjid juga memastikan kenyamanan para jemaah selama menjalankan itikaf. Dari waktu sahur hingga berbuka, kebutuhan konsumsi disiapkan dengan baik, menciptakan rasa kebersamaan di antara para mu’takif yang berasal dari berbagai daerah.

Ketua Pengurus Masjid Raya Senapelan, Juli Usman, mengatakan bahwa kegiatan itikaf menjadi agenda rutin setiap memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan. Sehingga, tak heran banyak warga berbondong-bondong menghabiskan waktu di dalam masjid.

“Kita setiap 10 malam terakhir Ramadan selalu mengadakan itikaf. Alhamdulillah, kemarin jumlah jemaah yang mengikuti itikaf lebih dari 250 orang,” ujarnya, Rabu (18/03)

Angka tersebut menunjukkan tingginya antusias masyarakat dalam memanfaatkan momen akhir Ramadan. Tidak hanya warga sekitar, tetapi juga pendatang dari luar kota turut meramaikan kegiatan tersebut.

Dijelaskan, rangkaian kegiatan itikaf disusun secara terstruktur untuk membantu jemaah lebih fokus dalam beribadah. Dimulai dengan siraman rohani yang menyejukkan hati.

“Setiap melaksanakan itikaf, kita dahului dengan ceramah, zikir, salat tahajud hingga sahur bersama. Untuk sahur bersama ini kita siapkan lebih kurang sebanyak 300 porsi,” jelasnya.

Kebersamaan terasa semakin kuat saat waktu sahur tiba. Jemaah duduk berjejer, menikmati hidangan yang telah disiapkan pengurus dengan penuh keikhlasan.

Tidak hanya sahur, pengurus masjid juga memastikan kebutuhan jemaah saat berbuka puasa terpenuhi dengan baik. Hal ini menjadi bentuk pelayanan agar jemaah bisa lebih tenang dalam beribadah.

“Kita juga siapkan makanan untuk berbuka puasa bagi jemaah. Jadi, jemaah tak perlu khawatir dengan persediaan makannya. Apalagi kalau untuk air minum, silahkan ambil kapan saja sesuai kebutuhan,” terang Juli Usman.

Di tengah suasana tersebut, seorang mu’takif, Ridho Kurniawan, mengaku sangat mengapresiasi langkah pengurus masjid dalam memfasilitasi jemaah. Ia merasakan bahwa suasana kebersamaan selama itikaf memberikan pengalaman spiritual yang berbeda.

“Menurut saya ini luar biasa. Pengurus benar-benar memikirkan kenyamanan jemaah, jadi kami bisa fokus ibadah tanpa memikirkan hal lain,” tuturnya.

Sementara itu, warga Harapan Raya Pekanbaru, Hafiz Rael, mengaku lebih mudah meresapi makna Ramadan saat berada di lingkungan masjid. Ia juga menilai, fasilitas yang disediakan membuat jemaah semakin termotivasi untuk bertahan lebih lama di masjid, bahkan hingga berhari-hari.

“Di sini kita tidak sendiri. Semua punya tujuan yang sama, jadi semangatnya terasa dan menular. Kalau kebutuhan dasar seperti makan dan minum sudah disiapkan, kita jadi lebih fokus untuk beribadah. Semoga apa yang kita lakukan di sini bisa membawa perubahan setelah Ramadan berakhir,” pungkas Hafiz.(*)