Dinkes Bengkalis Gelar Forum Bahas Rancangan Renja 2027 dan Isu Strategis Kesehatan
RiauBISA.com, Bengkalis – Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis menggelar Forum Perangkat Daerah untuk membahas Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) 2027, Selasa (24/2/2026), di Ruang Rapat Kantor Dinkes Bengkalis, Jalan Pertanian.
Kegiatan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk Staf Ahli Bupati Bengkalis Johansyah Syafri, Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis Irmi Syakip Arsalan, anggota DPRD, Plt Kepala Dinkes Ermanto, para Kabid, UPT Puskesmas, perwakilan PMI, dan perangkat daerah terkait.
Dalam arahannya, Johansyah Syafri menekankan pentingnya penyusunan Renja yang realistis dan selaras dengan kondisi keuangan daerah, termasuk belanja pegawai, belanja operasional, serta prioritas program unggulan.
Ia berharap Renja 2027 dapat mengakomodasi visi misi Bupati dan Wakil Bupati, termasuk pembangunan Rumah Sakit Pratama di Bukit Batu sebagai upaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Ermanto meminta masukan dari peserta forum terkait isu-isu kesehatan yang masih menjadi tantangan, seperti penanganan bayi baru lahir dan upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Ia menegaskan komitmen Dinkes dalam memberikan pelayanan optimal melalui program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Irmi Syakip Arsalan, menyoroti percepatan penanganan stunting dan penyelarasan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil dan bayi dengan kebijakan daerah. Ia juga menekankan agar prosedur BPJS disederhanakan sehingga tidak membebani masyarakat dan memastikan seluruh peserta aktif mendapatkan layanan kesehatan yang mudah diakses.
Anggota DPRD Muhammad Isa Selamat menambahkan bahwa Kabupaten Bengkalis idealnya memiliki 25 Puskesmas untuk pemerataan layanan kesehatan. Ia mendorong Dinkes memanfaatkan peluang pendanaan dari APBN maupun dana khusus lain untuk memperkuat fasilitas kesehatan.
Forum ini diharapkan menghasilkan rumusan program kesehatan yang realistis, terukur, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi landasan dalam penyusunan Renja Dinkes Bengkalis 2027. (*)






