Silaturahmi Sambut Ramadan 1447 H, Wabup Siak Ajak Orang Tua Perkuat Pendidikan Agama Anak

RiauBISA.com, Siak – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, mengajak para orang tua untuk memperkuat pendidikan agama bagi anak-anak sebagai benteng dalam menghadapi tantangan zaman. Pesan ini disampaikan saat menghadiri silaturahmi menyambut Ramadhan yang digelar oleh MDTA Islamiyah di Kecamatan Koto Gasib, Senin (16/2/2026).

Menurut Syamsurizal, pendidikan agama bukan hanya penting untuk membentuk pengetahuan spiritual, tetapi juga menjadi fondasi karakter generasi muda. Dengan bekal iman dan akhlak yang kuat, anak-anak diharapkan dapat menghadapi dampak negatif dari perkembangan teknologi, pergaulan bebas, serta penyalahgunaan narkoba.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Kita perlu membekali mereka dengan iman dan akhlak yang kuat agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif,” ujarnya.

Selain memberikan arahan terkait pendidikan agama, Syamsurizal juga menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadhan kepada seluruh masyarakat.

“Marhaban ya Ramadhan. Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan, serta meraih keberkahan dari Allah SWT,” tuturnya.

Kegiatan silaturahmi ini dirangkai dengan makan siang bersama, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan antar peserta. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan orang tua dalam membina generasi yang beriman dan berakhlak.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain anggota DPRD Provinsi Riau, anggota DPRD Kabupaten Siak, Camat Koto Gasib, Penghulu Kampung Buatan II, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya, menandai keterlibatan semua elemen masyarakat dalam persiapan menyambut Ramadhan.

Dengan kegiatan ini, Wabup berharap nilai-nilai agama dapat tertanam kuat pada anak-anak sejak dini, sehingga generasi penerus tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara spiritual dan moral. (*)