Balapan Ketahanan Pertamina 6 Hours Endurance Bakal Digelar di Sirkuit Mandalika
Balap ketahanan Pertamina 6 Hours Endurance bakal digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (1/2/2026) | Foto : Humas MGPA
RiauBISA.com, NTB - Balap ketahanan Pertamina 6 Hours Endurance bakal digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (1/2/2026). Balapan ini, bakal diproyeksikan menjadi salah satu ajang balap roda empat paling menantang di Indonesia.
BalapN endurance ini tidak hanya sekadar soal kecepatan, namun balapan ini menuntut daya tahan, strategi matang, serta kekompakan tim dalam menghadapi lintasan Mandalika selama 6 jam penuh tanpa jeda.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, mengatakan, balapan ketahanan 6 jam ini memang dirancang untuk menghadirkan tantangan menyeluruh, baik bagi pembalap, kru, maupun mekanik.
Menurutnya, endurance race adalah ujian paling lengkap dalam dunia motorsport karena semua elemen diuji secara bersamaan dalam durasi panjang.
"Balap ketahanan 6 jam ini akan sangat menantang. Bukan hanya pembalap yang harus menjaga konsistensi dan fokus, tetapi juga kru dan mekanik yang dituntut menyiapkan strategi terbaik untuk menaklukkan balapan dalam waktu enam jam," kata Priandhi, dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
Salah satu tantangan utama datang dari kondisi cuaca Mandalika yang dinamis, yang mudah berubah. Dalam rentang waktu 6 jam, lintasan bisa mengalami perubahan drastis, dari panas terik hingga hujan yang datang tiba-tiba.
Situasi ini memaksa tim untuk terus menyesuaikan strategi, mulai dari pemilihan ban, setelan mobil, hingga waktu masuk pit. Kesalahan membaca kondisi cuaca bisa berdampak besar pada performa di lintasan.
"Tantangan berikutnya terletak pada pergantian pembalap. Dalam balap endurance, satu mobil dikendarai oleh beberapa driver, dengan aturan maksimal setiap dua jam harus dilakukan pergantian pembalap," terangnya.
Proses ini lanjut dia, menjadi momen krusial karena pembalap harus keluar dari kokpit yang sempit, lalu pembalap berikutnya masuk dan menyesuaikan posisi duduk, pengaturan kursi, serta pengencangan seatbelt.
"Semua dilakukan dalam tekanan waktu, di mana setiap detik sangat berarti," ungkapnya.
Selain itu, strategi pit stop dan penggantian ban menjadi faktor penentu. Selama balapan berlangsung, tim diperkirakan harus melakukan penggantian ban minimal dua hingga tiga kali, tergantung kondisi lintasan dan gaya mengemudi pembalap.
"Koordinasi kru, kecepatan mekanik, dan ketepatan keputusan menjadi kunci agar mobil tetap kompetitif hingga akhir balapan," ungkapnya.
Priandhi menyebutkan bahwa melalui Pertamina 6 Hours Endurance, MGPA ingin menghadirkan pengalaman balap yang berbeda sekaligus meningkatkan standar motorsport nasional.
"Endurance race adalah ajang yang mengajarkan disiplin, strategi, dan kerja tim. Ini bukan hanya balapan cepat, tapi balapan cerdas. Mandalika sangat ideal untuk itu," tuturnya. (*)






