Inara Rusli Akui Menyesal Menyebut Tak Ada Perempuan Baik Mau dengan Suami Orang

RiauBISA.com, Jakarta — Inara Rusli mengungkapkan penyesalannya atas pernyataan yang pernah ia lontarkan terkait perempuan yang menjalin hubungan dengan pria beristri. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat masih berada dalam fase emosi akibat perselingkuhan mantan suaminya, Virgoun.

Kala itu, Inara secara tegas menyebut bahwa tidak ada perempuan baik-baik yang bersedia menjalin hubungan dengan suami orang. Ucapan tersebut bahkan ia sampaikan secara terbuka dalam sejumlah podcast dan wawancara media.

“Tidak ada perempuan baik-baik yang mau sama suami orang. Untuk jadi selingkuhan itu nggak perlu cantik, yang penting nggak tahu diri,” ucap Inara dalam sebuah podcast bersama dr. Richard Lee beberapa waktu lalu.

Namun, seiring berjalannya waktu dan pengalaman hidup yang ia alami, Inara kini menilai pernyataan tersebut sebagai kekeliruan. Hal itu ia sampaikan saat menjadi bintang tamu di podcast Denny Sumargo.

“Aku mau meluruskan pernyataan yang pernah aku ucapkan. Aku bilang nggak ada perempuan baik-baik yang mau sama suami orang, dan aku akui itu salah,” ujar Inara.

Menurut Inara, pernyataan tersebut tidak hanya lahir dari ketidaktahuan, tetapi juga berpotensi menyinggung nilai-nilai syariat Islam, khususnya terkait poligami.

“Aku nggak paham kalau itu termasuk syariat. Kalau dipikir sekarang, itu sama saja dengan menghina istri-istri para nabi dan para sahabat Nabi. Padahal mereka tidak saling menyalahkan satu sama lain,” lanjutnya.

Pengakuan tersebut muncul di tengah polemik yang kini dihadapi Inara, setelah ia diketahui menjalani pernikahan siri dengan Insanul Fahmi, yang masih berstatus sebagai suami sah Wardatina Mawa. Atas hal tersebut, Wardatina melaporkan Inara dan Insanul Fahmi atas dugaan perzinaan dan perselingkuhan.

Inara sempat mengajukan upaya mediasi melalui Restorative Justice (RJ), namun pihak pelapor menolak untuk berdamai. Dalam laporannya, Wardatina turut menyertakan rekaman CCTV yang diklaim memperlihatkan kedekatan Inara dan Insanul Fahmi.

Sementara itu, Inara juga melaporkan balik terkait dugaan akses ilegal terhadap rekaman CCTV tersebut. Laporan Inara kini telah naik ke tahap penyidikan di Bareskrim Polri pada Januari 2026. (*)