Tak Lagi Ribet Kembalian, Pedagang UMKM Cut Nyak Dien Kini Melek Pembayaran Digital
RiauBISA.com, Pekanbaru - Di era digital yang terus berkembang, masyarakat dituntut untuk mengikuti arus perkembangan teknologi yang memengaruhi kehidupan sehari-hari, salah satu pengaruh tersebut adalah bertransaksi.
Perubahan nyata yang terjadi di masyarakat saat ini adalah semakin jarangnya penggunaan uang tunai dan digantikan dengan metode pembayaran digital, salah satunya dengan memanfaatkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Sistem pembayaran QRIS dikenal sebagai praktis dan efisien, juga menawarkan kemudahan bagi penjual dan pembeli yang lebih memilih transaksi non-tunai untuk meminimalisir kontak langsung dan mempermudah pencatatan keuangan.
Dibandingkan dengan pembayaran kartu kredit atau transfer, QRIS dikenal lebih unggul dengan tidak ada terkenanya biaya admin. Pembayaran dengan QRIS dapat terbilang mudah karena hanya dengan meng-scan kode barcode yang disediakan oleh penjual dapat terjadi transaksi antar penjual dan pembeli.
Banyak sekali UMKM yang sudah menggunakan metode pembayaran QRIS ini dikarenakan jarangnya masyarakat yang memegang uang lembar atau di zaman sekarang menyebutnya dengan cashless.
Jalan Cut Nyak Dien di Pekanbaru terkenal sebagai jalan lapangan UMKM, dari sore hingga ke tengah malam banyak UMKM yang membuka usaha dan menargetkan anak-anak muda sebagai target pasar. Dika Ananda menjadi salah satu pengusaha UMKM yang berjualan Kopi di area Cut Nyak Dien, tepatnya di belakang Kantor Gubernur Riau.
Ia yang juga merupakan seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau mengaku telah membangun UMKM kopi ini sejak enam bulan yang lalu, di pertengahan Tahun 2025. Kebanyakan, dari pelanggannya adalah anak muda dan ia mengaku sudah menggunakan metode pembayaran QRIS sejak awal berjualan.
“Emang saya menargetkan anak muda sebagai target pasar dan saya sadar anak muda zaman sekarang sangat aware dengan perubahan yang ada, jadi dari awal saya usaha itu udah saya sediain pembayaran menggunakan QRIS,” ucap Dika Ananda, Rabu (17/12/2025) malam.
Walau perubahan digital yang minim transaksi tunai ini, Dika sendiri tetap menyediakan uang tunai untuk kembalian bagi pelanggan yang melakukan pembayaran dengan uang tunai.
“Saya sendiri masih nyimpan uang lembaran buat kembalian, soalnya walaupun rata-rata bayar pakai QRIS tapi masih ada satu dua orang yang bayar pakai cash,” ucap Dika.
Begitu juga bagi Agung Rahardi Raharja yang juga seorang pedagang UMKM Kopi Boys Coffe di area Cut Nyak Dien mengaku kebanyakan anak muda sekarang lebih memilih melakukan pembayaran menggunakan QRIS dibandingkan uang tunai.
“Kita tau sendirilah kan karakter Gen Z ini seperti apa, banyak dari mereka yang malas megang uang tunai dan lebih memilih bayar dengan QRIS. Saya juga merasa dengan QRIS ini jadi lebih mudah untuk melihat pemasukan dan pengeluaran dari penjualan,” ujar Agung.
Raja Lisa Septiani, salah satu anak muda yang doyan melakukan pembayaran, menggunakan QRIS dibandingkan uang tunai. Ia merasa, QRIS ini terbukti praktis, cepat, dan tanpa ribet membawa uang tunai di dompet.
“Saya ga suka ribet, dengan QRIS ini kita cukup pakai HP untuk bayar di mana saja, plus dapat banyak diskon dan cashback,” kata Lissa saat sedang nongki di salah satu kedai di Cut Nyak Dien.
Sebab, menurutnya penggunaan QRIS ini mudah untuk transaksi sehari-hari, sekaligus membantu melacak pemasukan dan pengeluaran.
Munculnya QRIS sebagai bentuk nyata perkembangan digital di masyarakat tidak menjadi tantangan yang menyulitkan, sisi baiknya adalah menjadi kemudahan bagi bersama, baik itu pembeli atau penjual dan muda maupun tua.(*)






