Promosi Produk untuk Korban Bencana Banjir dan Longsor, dr Richard Lee Dikecam Warganet

RiauBISA.com, Jakarta - Dokter sekaligus pebisnis skincare, Richard Lee, kembali menjadi pusat perhatian publik setelah unggahannya di platform Thread menimbulkan gelombang kritik. 

Dalam unggahan tersebut, Richard Lee mengumumkan promo produk serba Rp28 ribu dan menyebut bahwa sebagian hasil penjualan akan disumbangkan bagi korban banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra, mulai dari Aceh, Medan, hingga Padang.

“Belanja besok = cantik + bantu teman-teman kita,” tulis Richard Lee dalam unggahan yang dimaksud. Ia menegaskan bahwa penjualan produk tersebut akan diiringi dengan donasi untuk membantu warga terdampak bencana.

Namun alih-alih mendapat apresiasi, unggahan itu justru memicu kemarahan publik. Banyak warganet menilai langkah Richard Lee tersebut sebagai bentuk memanfaatkan situasi darurat untuk keuntungan bisnis. Kritikan yang dilayangkan pun tidak main-main—mulai dari tudingan tidak memiliki empati, tone-deaf terhadap penderitaan korban, hingga dianggap menjual rasa peduli sebagai strategi pemasaran semata.

Sejumlah komentar bernada keras membanjiri unggahan tersebut. Salah satu warganet mengungkapkan kekesalan karena kampung halamannya sedang terkena musibah, namun dijadikan alat promosi oleh Richard. “Ternyata bergelar dokter tidak menjamin punya hati dan empati,” tulisnya dengan nada geram.

Warganet lainnya yang mengaku sesama tenaga medis juga menegur Richard karena menurutnya, tindakan tersebut mencoreng profesi. Ia meminta Richard lebih peka terhadap situasi dan tidak menjadikan musibah sebagai momen untuk menghabiskan stok produk.

Komentar lain juga menyuarakan hal serupa. Warganet dari Sumatra Utara menuliskan bahwa daerahnya kini tengah berduka, sementara Richard Lee justru menyelipkan promosi di balik narasi bantuan. Unggahan tersebut dinilai tidak pantas dan menyakiti banyak pihak yang sedang mengalami dampak langsung bencana.

Reaksi keras dari warganet menggambarkan betapa sensitifnya isu kemanusiaan, terutama ketika dikaitkan dengan strategi penjualan. Hingga kini, unggahan Richard Lee itu masih ramai diperbincangkan, sementara publik menanti apakah ia akan memberikan klarifikasi atau penjelasan atas kontroversi tersebut. (*)