Pasca Tewasnya Haji Permata
Dewan Sebut Ada Penyelundupan Rokok Ilegal Lain di Inhil
Ketua Komisi III DPRD Indragiri Hilir - Edy Sindrang | Ist
Riaubisa.com, Inhil - Ketua Komisi III DPRD Indragiri Hilir, Edy Sindrang, membeberkan ada aktivitas penyelundupan rokok ilegal di Inhil pasca tewasnya Haji Permata di tangan oknum bea cukai.
"Dari informasi yang kita terima ada pemain-pemain (penyelundupan) lain yang beraksi di Inhil," beber Edy, kepada wartawan, Kamis (4/2/2021).
Pihaknya mendesak aparat penegak hukum berlaku adil dalam menertibkan aktivitas penyelundupan lain di Inhil.
"Kalau memang ada, mari kita sama-sama tegakkan hukum dan membuat hukum sebagai panglima," kata Edy, kepada wartawan, Kamis (4/2/2021).
Edy mengaku gerah adanya informasi yang dia terima tentang adanya penyelundupan lain beraksi di Inhil pasca tewasnya Haji Permata di tangan oknum bea cukai.
Meski tidak mengetahui secara pasti siapa nama oknum pelaku penyelundup lain itu, penasehat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Inhil ini mendesak polisi mengusut tuntas tanpa pandang bulu.
"Belum selesai 40 hari almarhum dapat kita lagi adanya informasi penyelundup lain yang bermain. Padahal kita menjaga marwah KKSS. Jangan sampai hal ini (penyelundup lain) proses penyidikan petugas terhambat," ungkap Edy.
Sebagai perwakilan organisasi KKSS dan PAO, pihainya menyerahkan sepenuhnya kasus kematian Haji Permata kepada kepolisian. Dia yakin, kasus pelanggaran HAM ini bisa dituntaskan oleh aparat kepolisian.
"Kami organisasi Bugis telah menyerahkan kepada aparat untuk melakukan penyidikan. Kita berharap petugas melakukan penyelidikan sampai sampai tuntas," pintanya.






